Hari Tani : Forum Sekolah Bersama (SEKBER) Yogyakarta melaksanakan aksi di DPRD DIY

Dalam memperingati HARI TANI NASIONAL 2016 “Forum Sekolah Bersama (SEKBER) Yogyakarta” melaksanakan aksi di DPRD DIY. SEKBER mempunyai berslogan Jangan biarkan petani berjuang seorang diri dalam memperoleh dan mempertahankan hak atas tanah, Karena petani adalah soko guru pangan untuk manusia ” menyuarakan dalam masyarakat agraris, petani membutuhkan tanah sebagai sumber hidup dan penghidupan mereka dan memproduksi pangan bagi kebutuhan publik.

Sejak reformasi masih di temui konflik agraria SEKBER menjelaskan dalam orasinya, Sebagaimana Laporan akhir tahun yang dibuat oleh Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat pada tabun 2015 sedikitnya telah terjadi 252 kejadian konflik agraria di Indonesia, dengan luasan wilayah konflik mencapai 400.430 hektar. Konflik-konflik ini melibatkan sedikitnya 108.714 kepala keluarga (KK), Dan konflik agraria itu meningkat dari tahun 2014 yang berjumlah 472 kasus. Dari 252 kasus, terjadi 127 kasus di sektor perkebunan (50); 24 kasus di sektor kehutanan 24 (9,60); 70 kasus terkait infrastruktur (28); 14 kasus di sektor pertambangan (5,2); dan 4 kasus terjadi diwilayah tambak pesisir (2). Secara khusus korban akibat konflik agraria pada tahun 2015 adalah 5 orang tewas, tertembak aparat 39 orang, dianiaya/mengalami luka-luka sebanyak 124 orang dan mengalami kriminalisasi ditahan sebanyak 278 orang.

Salah satu konflik yang berkaitan dengan infrastruktur, terjadi di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Konteks utama konflik agraria di kecamatan ini yakni rencana penggusuran lahan pertanian produktif untuk pembangunan bandara seluas 645,63 Ha yang terdiri dari 5 Desa: Glagah, Palihan, Kebonrejo, Sindutan, dan Jangkaran.

Maka dengan itu Forum Sekolah Bersama (SEKBER) Yogyakarta menuntut:

  1. Tolak pembangunan bandara di atas lahan pertanian produktif milik rakyat Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
  2. Tolak proses ganti rugi yang dilakukan oleh PT angkasa Pura 1 di temon karena membohongi masyarakat.
  3. Lawan segala bentuk perampasan dan monopoli sumber agraria di Indonesia.
  4. Hentikan impor pangan di Indonesia;
  5. Hentikan kriminalisasi terhadap kaum tani; dan
  6. Laksanakan reformasi agraria sejati untuk kepentingan petani kecil;

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*