HTI Tolak Keras Kontes Miss World di Indonesia.

DSC_0501 (320x213)Miss World yang akan diadakan di Bali dan Bogor bulan September mendatang mendapatkan penolakan dari beberapa ormas islam. Sekitar 70 an orang dari Aisyiyah, HTI dan ormas islam lainnya yang tergabung dalam Mubalighoh menggelar demo di depan gedung DPRD DIY, Rabu (26/06). demo tersebut diteruskan dengan beraudiensi dengan DPRD DIY. Nur Widianto dari DPD HTI berharap seluruh umat Islam di Indonesia ikut menolak. Meti Astuti jubir MHTI (Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia) mengungkapkan keprihatinannya terhadap penyelenggaraan kontes Miss World dikarenakan Indonesia merupakan negara Islam terbesar di dunia. “Ajang Miss World mengeksploitasi tubuh wanita dan berseberangan dengan akidah,” tegasnya. Slogan 3 B (braind, beauty dan behavior) yang diusung juga dikritisi. “Menurut kami tidak mungkin hanya dalam beberapa hari bisa menilai 3 B tersebut. Itu merupakan penilaian yang instan dan sesat. Penolakan ini merupakan wujud konsistensi kami dalam perjuangan mengusung khilafah dan penegakan syariah di Indonesia,” tambahnya. Road show ke pesantren untuk mempromosikan kontes tanpa adanya kontes bikini juga dianggap pengalihan karena bukan perkara kontes bikini namun ada promosi liberalisasi budaya yang didompleng korporasi asing. Audiensi tersebut selain menyatakan sikap menolak juga berharap agar DPRD DIY ikut menolak dan menggagalkan dengan berbagai cara apapun adanya kontes tersebut. Tutiek Masria Widyo, pimpinan dewan yang menemui mengapresiasi adanya gerakan penolakan tersebut. “Secara pribadi saya mendukung namun secara kelembagaan saya tidak bisa memutuskan dikarenakan harus melewati prosedur yang berlaku terlebih dahulu. Selain itu ini juga kebijakan dari pusat sehingga kita hanya bisa menyampaikan saja,” ujarnya. Nur Sasmito, Sekertaris Kom. D turut mendukung adanya aksi penolakan tersebut. “Kami sepakat dan segera akan kami sampaikan aspirasi dalam bentuk dokumen formal. Sebagai lembaga politik kami akan berjuang dengan ranah koridor politik sementara teman – teman silakan berjuang dalam ranah koridor kemasyarakatan. Masih ada sekitar dua bulan untuk berjuang sebelum waktu pelaksanan yaitu September,” pungkasnya. (hms.ed).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*