Pansus DPRD Kalbar Konsultasi tentang Perlindungan Anak ke DPRD DIY

kalbar perda kekerasan terhadap anakJogja, dprd-diy.go.id – Rabu (16/03/2016) DPRD Kalimantan Barat berkunjung ke DPRD DIY guna mendapatkan arahan terkait penanganan korban kekerasan terhadap anak. Agus Darmansyah, Ketua Pansus Perlindungan Anak, mengemukakan beberapa pertanyaan di antaranya; bagaimana penanganan  yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah di dalam menghadapi kasus terjadinya kekerasan pada anak, SKPD mana saja yang memiliki kewenangan terkait dengan perlindungan terhadap anak anak, dan apa saja tupoksi rumah aman anak.

Menanggapi hal tersebut Yoeke Indra Agung Laksana, Ketua DPRD DIY mengemukakan bahwa  DIY telah memiliki Peraturan Daerah  yang mengatur perlindungan terhadap perempuan dan anak yang tertuang dalam yaitu Perda No. 3 Tahun 2012 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Hal tersebut dibenarkan Wati Merliawati, SH, M.Kes, Kepala Bidang Perlindungan Hak-hak Perempuan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat. “DIY sudah memiliki hukum perlindungan terhadap perempuan dan anak.” Ungkapnya menguatkan.

Wati menjelaskan bahwa pengelolaan selter anak dilakukan oleh anggota yang sudah purna sehingga pengelolaannya dapat lebih fokus dan intens. Adapun tupoksinya meliputi pengaduan yang ditangani oleh konselor dan psikolog. Fasilitas pelayanan kesehatan juga dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Korban kekerasan baik anak maupun perempuan juga akan mendapatkan pendampingan sehingga dapat dipastikan kesembuhannya baik secara fisik dan psikis. Adapun fasilitas yang dapat diberikan dari Dinas Sosial terdiri dari anak-anak yang mendapatkan perlindungan khusus ditangani oleh panti perlindungan anak, sedangkan anak-anak yang mendapatkan perlindungan sampai hamil ditempatkan di panti sosial. Misal karyawanita. Adapun anak yang ada di jalanan telah diatur oleh peraturan daerah tersendiri  melalui Peraturan Daerah tentang Gelandangan dan Pengemis No. 1 Tahun 2014. “Mereka akan dipulangkan,” uangkap Isna dari Dinas Sosial. (s)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*