Karyawan PT Jogja Tugu Trans Meminta Perlindungan DPRD DIY

DSC_0782 (320x213)Puluhan karyawan PT Jogja Tugu Trans (JTT) berdemo di depan Gedung DPRD DIY, Jumat (13/09). Dalam orasi para karyawan mengungkapakan kekecewaan mereka atas kebijakan PT JTT yang telah mengeluarkan belasan karyawan dan pemberian gaji yang tidak sesuai. “Sejak tanggal 2 Maret 2013 hingga saat ini sudah ada sekitar 14 karyawan yang dikeluarkan secara sepihak,” ungkap Paesar, salah satu karyawan yang baru saja dikeluarkan dari PT JTT sebagai pramugara. Menurut paesar, para karyawan yang dikeluarkan terdiri atas sopir, pramugara dan pramugari. Selain PHK secara sepihak, karyawan PT JTT tidak menerima gaji atau tunjangan sesuai dengan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemda DIY dengan PT JTT. “Ketika kami hamil, kami justru diberi surat jeda bukan cuti sehingga kami tidak menerima apa – apa. Begitu akan kembali kerja disuruh membuat surat lamaran lagi,” jelas Rima. Aksi demo yang didampingi Komite Perjuangan Rakyat Yogyakarta (KPRY) dan Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) menginginkan DPRD DIY memperjuangkan nasib pekerja dan mencopot Direktur PT JTT. Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung beserta Sukamto dari Komisi C yang menjadi mitra Dinas Perhubungan berjanji akan segera memfasilitasi aspirasi dari pekerja. “Kami berjanji akan memanggil Dinas Perhubungan dan melakukan klarifikasi dengan PT JTT,” ujar Yoeke. Yoeke menyatakan tidak akan mendiamkan persoalan tersebut terus terjadi, namun ia menyebut manajemen PT JTT posisinya bukan secara langsung di birokrasi pemerintahan. Berdasarkan penyampaian aspirasi tersebut DPRD DIY akan memanggil Dinas Perhubungan dan PT JTT dalam waktu dekat. Demo yang berlangsung bersamaan menjelang rapat paripurna tersebut berakhir dengan pembentukan posko di depan Gedung DPRD DIY. Sejumlah karyawan beserta LSM yang mendampingi akan menginap sampai dengan pertemuan dengan pihak terkait terlaksana. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*