Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Masuk Prolegda 2014

DSC_1135 (280x186)DPRD DIY bersama Pemda DIY selalu melibatkan akademisi dalam pembuatan raperda. Agar raperda yang dihasilkan berkualitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dijelaskan Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) Sadar Narimo Rancangan Prolegda 2014 berjumlah 21 Raperda. “Diantara Raperda yang akan dirancang, 10 inisiatif DPRD DIY sedangkan 11 dari usulan eksekutif,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog interaktif, Sabtu (07/12) di Hall DPRD DIY. Tiga raperda yang menurutnya spesial, karena baru dan belum banyak dirancang daerah lain adalah raperda Trafiking, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Taman Hutan Rakyat (Tahura). Raperda KTR yang pada tahun ini batal, dijelaskan Sadar akan siap pada Prolegda 2014. “ Perda KTR sebenarnya tidak batal melainkan diterima dengan catatan oleh beberapa fraksi,” ujarnya. Raperda KTR diterima dengan catatan perbaikan redaksional dan naskah akademik yang dinilai kurang pas. Aminoto, Dosen Hukum Tata negara UGM menyatakan latar belakang dirancangnya peraturan daerah ialah adanya landasan sosiologis, yuridis dan filosofis. Ketiga landasan tersebut saling melengkapi dan tidak bisa berdiri senbdiri. “Perda dilahirkan dalam rangka pemecahan masalah dan berpihak pada masyarakat rentan kebutuhan. Oleh karena itu proses pembuatan Raperda harus bersifat aspiratif dan pastisipatif,” ujarnya. Raperda selalu didasari data dan fakta. Melihat Perda KTR yang akan dibahas, menurut Aminoto harus ada sinkronisasi dan harmonisasi lebih lanjut. Pemberian nama “KTR” sendiri harus ada penjelasan dan kajian lebih dalam. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*