Kebijakan Zonasi Mendeskriminasi Pendidikan di DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – DPRD DIY menerima audiensi dari perwakilan orang tua siswa yang tergabung dalam Forum komite Sekolah dari berbagai sekolah di DIY kemarin, Rabu (21/3/2018). Para orang tua murid bermaksud untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait nasib pendidikan anak-anaknya yang menurutnya terhalang untuk memilih sekolah yang diinginkan karena aturan zonasi dalam penerimaan siswa baru 2018.

Komisi D Sebagai alat kelengkapan dewan yang mengampu salah satunya pendidikan serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY menerima dengan baik penyampaian aspirasi yang disampaikan para orang tua murid tersebut.

Dalam kesempatan itu, banyak orang tua yang mengeluhkan tentang kebijakan zonasi, karena sangat membatasi dan dianggap sebagai bentuk diskriminasi pendidikan.

“Terkait masalah batas zonasi, jika tidak dikaji secara cermat dan hati-hati bisa melanggar prinsip pelaksanaan pendidikan yang: obyektif, “tidak diskriminatif” dan dapat dipertanggung jawabkan sebagaimana dasar pertimbangan yang dituangkan dalam Pergub sekaligus Permendikbud nomor 17 Tahun 2017 yang menekankan akan pentingnya peningkatan akses layanan pendidikan,” ungkap salah satu perwakilan orang tua murid kepada Komisi D DPRD DIY.

“Zonasi sekolah bagi siswa Baru di DIY belum final dan masih bisa berubah terutama terkait dengan jarak. Namun yang lebih penting, Zonasi bagi para guru untuk pemetaan kualitas dan efektivitas dalam pengajaran,” Ujar Kadarmanta Baskara Aji Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY di DPRD DIY (21/3).

Pernyataan tersebut di sampaikan Kadisdikpora DIY Baskara Aji saat menanggapi pernyataan kritik para orang tua siswa dari berbagai sekolah terkait zonasi sekolah yang membatasi penerimaan siswa baru.

“Mengenai batas zonasi ini, kami telah melakukan simulasi yang memberlakukan jarak lima kilometer untuk zona 1, kemudian 5-10 kilometer zona 2 dan 10-15 kilometer untuk zona 3. Zonasi ini ternyata masih menjadi persoalan karena jika jarak zonasi diberlakukan, maka akan ada tiga puluh lima desa di DIY yang tidak memiliki satu pun sekolah dengan jarak lima kilometer,” tutur Aji Kemudian.

Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Suwardi, yang memimpin komunikasi audiensi orang tua murid menyatakan, sangat mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berjalan sangat baik dan sangat efektif karena banyak masukan yang akan sangat membantu dalam proses pengkajian peraturan zonasi ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.