KETUA DPRD DIY SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF VIA SMS

GeraDSC_0065kan solidaritas tolak bandara (GESTOB) beraksi di gedung DPRD DIY pada senin, (13/04). Gerakan terdiri dari komunitas SMI (Sekolah Masyarakat Indonesia), LFSY (Liga Forum Studi Yogyakarta), SEKBER (Sekolah Bersama), FPBI, PPI, social movement institute, forum LSM-DIY, Komunitas Code, Study Club Riau. Mereka menyatakan akan menunggu salah satu dewan atau bagian dari DPRD mengeluarkan statemen. Hal tersebut belum diamini karena seluruh anggota dewan mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis) di Universitas Gajah Mada (UGM). Permintaan maaf disampaikan ketua Dewan DPRD DIY H. Yoeke Indra AL, S.E. via sms kepada Beny Susanto pendamping demo. Sms tersebut berbunyi “Saya sudah sampaikan ke bagian Humas silahkan aksi di halaman dewan, tapi mohon maaf kami tidak bisa menemui karena dewan sedang ada acara di UGM. Silahkan nanti menemui ibu Turyati bagian Humas.” Karena Turyati sedang ada kepentingan, Budi Wiyono selaku Humas DPRD DIY menemui para aksi dan meminta maaf serta tidak berani memberikan statemen terkait penolakan pembangunan bandara internasional di Kulonprogo. “Itu bukan kewenangan saya. Karena hanya fasilitator dewan.” Kata Budi.

Bergantian para aksi berorasi menuntut pencabutan IPL (Izin Penetapan Lokasi) bandara internasional Kulonprogo.Rifat koordinator aksi berharap IPL segera dicabut. Karena terbitnya IPL sama halnya mendukung kolaborasi PT. Angkasa pura 1 dengan investor asal India GVK Power dalam merampas lahan masyarakat Temon untuk dijadikan bandara baru. Proyek pembangunan bandara internasional di Kulonprogo Yogyakarta merupakan bagian dari megaproyek pemerintah daerah Kulonprogo. Serta, salah satu progam MP3EI di Yogyakarta selain penambangan pasir besi oleh PT JMI (perusahaan asal Australia) di pesisir pantai Kulonprogo.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*