Ketupat dan Hari Raya Idul Fitri

Jogja, dprd-diy.go.id – Senin, (3/7/2017) Keluarga DPRD DIY, Sekretariat DPRD DIY, dan Unit Wartawan DPRD DIY mengadakan halal bil halal di Gedung DPRD DIY. Syawalan atau halal bi halal telah menjadi paket lengkap perayaan hari raya idul fitri di Indonesia. Halal bihalal sendiri bukanlah produk islam, melainkan produk budaya. Momen halal bihalal ialah momen yang tepat untuk bertandang mempererat silahturahim kepada keluarga, kerabat, sahabat dan rekan kerja. Selain bertandang kejujuran pengakuan kesalahan dan kelegowonan memberi maaf serta intropeksi diri dilakukan. Disinilah momen keterjalinan persaudaraan semakin dikukuhkan. Yoeke Indra Agung Laksana dalam kesempatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh DPRD DIY mengutarakan permintaan maaf atas berbagai kesalahan dalam bertutur, berpikir,bersikap dan bertindak. Ketua DPRD DIY tersebut berharap momen halal bihalal dapat dijadikan momen untuk semakin meneguhkan rasa persaudaraan dan kerjasama yang lebih baik.

Momen halal bihalal yang turut menghadirkan Ustadz Wijayanto tersebut diakhiri dengan saling berjabat tangan, permohonan maaf oleh pimpinan dan anggota DPRD DIY, Sekretariat DPRD DIY beserta wartawan unit DPRD DIY.

Dalam ceramahnya Ustadz Wijayanto menyinggung soal tradisi ketupat di perayaan idul fitri. Kupat diartikan sebagai ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Laku papat yakni lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Idul Fitri biasanya juga disebut sebagai lebaran, yang menandakan puasa Ramdhan telah usai. Luberan (melimpah), maksutnya mengajak agar saling berbagi, bersedekah kepada kaum miskin, yatim piatuh dan orang-orang yang membutuhkan. Leburan, maksudnya dosa dan kesalahan akan lebur karena adanya tindakan saling memaafkan. Terakhir, laburan yang berarti menjaga kesucian baik lahir atau pun batin.

Ketupat, menggunakan janur sebagai pembungkusnya. Janur berasal dari kata ja’a nurun (telah datang cahaya). Berbentuk segi empat melambangkan hati manusia. Ketika dibelah akan tampak isi ketupat yang berasal dari beras dan berwarna putih, yang menyimbolkan hati manusia yang suci, bersih karena telah terlebur segenap dosa-dosanya. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.