KOMISI A DPRD DIY kunjungi warga Relokasi Bencana Alam Gunung Merapi

IMG_5011Kamis (15/01) Komisi A DPRD DIY terdiri Eko Suwanto, ST, M.Si, Sukarman, S.Pd, KPH. Purbodiningrat, SE, MBA, Bambang Chrisnadi, SH, Rendradi Suprihandoko, SH, M.Hum, Sadar Narima, S.Ag, SH, Slamet, S.Pd, MM, Agus Sumartono, S.Si, Drs. Rojak Harudin dan Nunung Ida Mundarsih, S.Pd bersama BPBD, TAPEM DIY juga turut hadir Komisi A DPRD Sleman berkunjung ke Girikerto, Turi, Sleman terkait dengan Relokasi warga yang terkena dampak bencana Gunung Merapi.

Rombongan di sambut oleh warga relokasi di dampingi oleh Dukuh juga lurah Girikerto. Pertemuan di dilaksanakan di Gedung Serbaguna Griya Parta Girikerto. Dalam pertemuan ini Ngadimin secara Khusus menyampaikan beberapa masalah yang dihadapi sekaligus meminta perhatian dari Komisi A juga dan mitra kerja Komisi A bahwa status tanah menjadi masalah yang paling utama karena masyarakat belum tenang tentang masalah status tanah yang sekarang di huni tandas Dukuh dari warga yang dislokasi. Senasib Misran Dukuh Turgo, menyampaikan sejak 2003 telah mengajukan pembebasan tanah sampai 2013 belum ada kejelasan mohon kepada dewan atau instansi mengawal permasalahan ini yang telah berjalan puluhan tahun. Sawali, “saya pengungsi sudimoro wedus gembel. Warga relokasi itu menyewa pertahun Rp. 100.000 di mulai tahun 2011 sebanyak 131 kepala keluarga juga sama meminta kejelasan status tanah bagi warga sudimoro, saat menghuni 2.1 hektar tanah.

Menambahkan Suwardiyanto kami sudah pernah melakukan pengukuran mana yang akan di mintakan dibebaskan. Adanya pemilahan tanah-tanah, untuk relokasi. 5.5 hektar berdasarkan ini berdasarkan leter c. Tanah relokasi sejak 1994 ini telah di gunakan. Selama 5 tahun pertama di sewa oleh Dinas Sosial dua tahun kemudian disewa Pemerintah. Sleman. Setelah itu tidak ada kelanjutannya dapat dikatakan Tidak ada pendapatan setelah itu.

Setelah apa yang telah di sampaikan dari warga Relokasi Ketua beserta Anggota KOMISI A DPRD DIY merespon, Rendradi, Warga tentu ingin statusnya tanah jelas terlebih warga Pelem dan sudimoro puluhan tahun tidak tuntas. Harapannya seperti Cangkringan di bantu oleh APBN, kemudian bagaimana yang disini akan di tanggung oleh anggaran mana bila di butuhkan anggaran. Sadar Narima, agar hak hukum harus di lindungi. Warga yang telah di relokasi secepatnya mendapatkan hak-haknya. Agus Sumartono, kita punya konsep kebijakan sambil belajar tentang bencana. Belajar dari yang telah dan akan di ambil langkah. Setiap tempat akan memiliki permasalahan berbeda kita akan pelajari dulu permasalahanya juga perjanjiannya. Nunung, menyarankan membentuk kelompok wanita tani untuk meningkatkan ekonomi. Sedikit banyak kelompok wanita tani akan mendapatkan bantuan juga pelatihan untuk meningkatkan pendapatan.

Ketua KOMISI A Eko, menghimbau agar Dana Desa segera di gelontorkan agar dapat memenuhi kebutuhan pemerintah desa. Data yang terkumpul di sini akan menjadi bahan rapat kerja bersama dengan pemerintah DIY dan Sleman. Kami konsultasikan kepada pimpinan DPRD melihat permasalahan ini dapat di beri perhatian dari semua komisi di DPRD DIY.

Muslimatun DPRD Sleman Komisi A, saya merasa pertemuan ini tidaklah cukup hanya sekali ya adakan lagi untuk merespon yang lain. Sandang, pangan, dan papan ini merupakan kebutuhan yang utama. Papan ini yang menjadi masalah sekarang untuk itu ikuti prosedurnya. Saya akan ordinasi dengan BPBD dan PEMDES. Saya berpesan agar jangan kembali ke daerah yang rawan.

IMG_4985 IMG_5030 IMG_5016 IMG_5005 IMG_5004IMG_4997

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*