Komisi D Monitoring Potensi Wisata Di Jogotirto

Hari ini (07/03) Komisi D DPRD DIY dan Dinas Pariwisata DIY melakukan monitoring ke Rumah Wisata Edukasi yang dikelola Dani Ramli dan Rini Herningsih. Berlokasi di Jogotirto Sentonorejo, Berbah, Sleman, Dani Ramli bersama istri, Rini Herningsih membudidayakan berbagai tanaman obat. Dibantu istrinya, Dani yang juga dosen di Teknik Industri Widya Mataram sering melakukan penelitian dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk dijadikan obat.

Hal tersebut berawal ketika istri positif mengidap kanker stadium empat. Saat dianjurkan kemotrapi, Dani memilih merawat istrinya dengan menggunakan obat herbal. Dani yakin dengan kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya yakni tergabung dalam pelatihan pembuatan obat herbal, istrinya dapat sembuh dari penyakin kanker. “Terpenting ketika sakit uji lab di lakukan untuk mengetahui secara betul sakit yang diderita, baru kemudian disasar dengan obat herbal. Jadi penyakit jangan diraba, harus ada uji lab.” Jelas Dani.

Dani juga menuturkan Allah menciptakan berbagai tumbuh-tumbuhan dengan kadar fungsi masing-masing. “Sayangnya tidak banyak yang tahu, tumbuh-tumbuhan dapat digunakan sebagai obat. Seperti ini…” Jelas Dani sambil menunjuk tanaman liar yang ada di sepanjang perjalanan dari rumah Dani menuju Candi Abang.

Candi Abang, digunakan Dani sebagai tempat pelatihan. Selain itu, Candi Abang juga memiliki sejarah yang direncanakan akan digarap untuk dijadikan tempat pariwisata. Wakijan Ketua RW menuturkan penyebutan Candi Abang karena candi yang tertutup ruput hijau tersebut terdiri dari batu bata merah. Candi tersebut merupakan bekas pertapaan Bandung Bandawasa. Namun sejak kapan candi tersebut berdiri, Wakijan tidak tahu pasti. “Dulu tidak diambah orang, baru sekarang kelihatan ketika dikelola pegawai purbakala.” Cerita Wakijan.

Didasarkan pada cerita kakek moyang Wakijan, Candi yang juga dikenal dengan sebutan bukit teletubies tersebut di dalamnya terdapat emas sebesar gudrel derom. Selain itu, daerah tempat Candi Abang berdiri yakni Jogotirto Sentonorejo, dulu hanya ditiggali tujuh orang.

Dengan berdiri di Candi Abang, Ronggowarsito menuturkan dapat seseorang akan melihat berbagai sisi Yogyakarta seperti Tebing Breksi, Nglanggeran, dll. Kedatangan DPRD DIY bersama Dinas Pariwisata diharapkan Ronggowarsito masyarakat mendapat dukungan sehingga dapat mengembangkan potensi wisata yang terdiri dari alam, seni budaya dan sosial masyarakatnya.

Koeswanto mewakili Komisi D mengaku akan mendukung pengembangan wisata di daerah tersebut. Namun, pengembangan wisata harus didasarkan pada nilai-nilai dan budaya luhur. Koeswanto berharap, pengembangan wisata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjadikan masyarakat semakin guyup, rukun, dan harmonis. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.