Komisi A DPRD DIY Inisiasi Program Sinau Pancasila untuk Generasi Milenial

Jogja, dprd-diy.go.id –Rabu, 7 Februari 2018 Komisi A DPRD DIY mengadakan jumpa pers di Ruang Bapemperda Lantai 2 Gedung DPRD DIY, yang dihadiri oleh ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Sugeng Irianto dari Badan Kesbangpol DIY dan Surono selaku sekretaris Pusat Studi Pancasila UGM. Ketua Komisi A DPRD DIY menyampaikan terkait permasalahan sosial yang terjadi di DIY, diantaranya terdapat banyaknya aksi kriminalitas yang dilakukan sekelompok remaja di DIY yang dikenal dengan sebutan klitih yang belakangan ini meresahkan masyarakat, adanya tindakan intoleransi yang dilakukan oleh sekelompok orang di DIY, dan mulai terkoyaknya kehidupan sosial serta ancaman narkoba, radikalisme dan komunisme.

Eko Suwanto menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan tersebut Komisi A DPRD DIY merumuskan aspek yang harus dipenuhi yaitu merumuskan strategi pencegahan, kemudian aspek penegakan hukum dan aspek pendidikan. Untuk itu DPRD DIY bekerjasama dengan Badan Kesbangpol DIY dan Pusat Studi Pancasila UGM mengadakan program Bina Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dinamai dengan Bareng-bareng Sinau Pancasila. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 78 Kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 10 pertemuan di tingkat Kabupaten. Disetiap pertemuan akan menghadirkan 100 orang dari berbagai unsur masyarakat dimana pertemuan ini akan difokuskan pada generasi milenial dengan harapan generasi muda di DIY nantinya mampu untuk menjadi pelopor Pancasila.

Kemudian program lain yang akan dilaksanakan adalah program siaran Pancasila. Dan pada hari Minggu malam (11/2) DPRD DIY akan melaunching Warung Kebangsaan yang terdapat di Gondokusuman Yogyakarta.

Sugeng Irianto menyampaikan program Sinau Pancasila akan dilaksanakan perdana di Kecamatan Sleman. Kegiatan ini akan diisi dengan 5 materi yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan strategi deteksi dan cegah dini mengenai konflik sosial di DIY. Setelah pemaparan materi, akan diadakan studi kasus dan diskusi dengan peserta dengan harapan dari diskusi tersebut akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi terkait dengan permasalahan sosial yang ada di DIY.

Sekretaris Pusat Studi Pancasila UGM Surono mengatakan bahwa selama ini yang menjadi sorotan adalah metode penyampaian dari materi pancasila tersebut yang bisa dikatakan kurang menarik. Pusat Studi Pancasila UGM saat ini sedang mengembangkan Indeks Ketahanan Ideologi Pancasila yang digunakan sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana ketahanan Ideologi Pancasila terutama pada generasi muda di Indonesia. (mi/az)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*