Konsorsium Masyarakat Sipil Menginginkan Pengaturan Masa Jabatan Komite Sekolah

DSC_0632 (320x213)Berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pendanaan Pendidikan, Konsorsium masyarakat sipil yang terdiri dari berbagai berbagai lembaga, seperti ; LSIP, PSW UGM, PSW UNY, Narasita dan Sarang Lidi audiensi dengan DPRD DIY, Kamis (10/10) di Ruang Rapur Lt. II Gedung DPRD DIY. Novi, perwakilan dari Bantul mengatakan ketentuan umum dalam perda yang terkait komite sekolah masih ambigu dan belum tegas. “Seharusnya komite sekolah diberi masa jabatan dan pengisiannya juga diatur. Kebanyakan komite sekolah orang yang mampu sementara yang diperjuangkan golongan ekonomi menengah ke bawah,” ujarnya. Senada disampaikan Supriyadi dari Sarang Lidi, masa jabatan komite sekolah yang tidak diatur menyebabkan peranannya tidak berfungsi secara maksimal. “Komite sekolah seharusnya dibatasi, bahkan sudah ada yang almarhum belum diganti, kesibukan dan rutinitas mereka akan menghambat kemajuan pendidikan di DIY. Dikarenakan jabatan komite sekolah hanya dijadikan sambilan semata,” katanya. Komite sekolah diharapkan selain ada masa jabatan juga terdapat sangsi dan pengawasan yang ketat. Selain itu Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) sering dikeluhkan tidak realistis. “Anggaran tahun lalu selalu dimunculkan pada tahun – tahun berikutnya sedangkan wali murid jarang diberi informasi secara transparan,” pungkas Supriyadi.

Ahmad subangi, Ketua Komisi A DPRD DIY menanggapi, ada perbedaan ranah kewenangan antara Perda dan kebijakan teknis yang dikelola Dinas Pendidikan. “Aturan komite dan RAPBS sudah diatur di PP. Tinggal pelaksanaannya saja yang harus dibenahi,” ujarnya. Sukamto, Ketua Pansus Perda Pendanaan Pendidikan menambahkan untuk sangsi komite yang tidak melaksanakan fungsinya beserta sekolah yang menahan ijasah sedang digodok. “Kapasitas Dinas Pendidikan beserta jajarannya memang harus dievaluasi, sedangkan kewenangan SD – SMU pengawasan legislatif berada di kabupaten / kota. Kami di Provinsi hanya mengurusi pendidikan luar biasa,” ujarnya. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*