Kuliah Wajib Universitas Megou Pak Tulang Bawang ke DPRD DIY

DSC_0060 (420x279)Kunjungan studi lapangan dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Megou Pak Tulang Bawang yang diwakili oleh Rektor Universitas Megou Pak, Agus Ismail, SH, M.Hum pada Rabu (5/02) di Ruang Lobby Lt. I diterima oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Janu Ismadi, SE. turut hadir pula Anggota Komisi D DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd, Erwin Nizar S.Psi, dan Nurjannah, serta wakil dari Disdikpora dan Bappeda DIY. Dihadiri oleh 30 mahasiswa yang tengah menempuh mata kuliah wajib 1 sks-nya dengan didampingi oleh dosen dari masing-masing Fakultas.
DIY dinilai cukup berhasil dalam pelaksanaan perda-perdanya, hal ini yang menarik minat Universitas Megou Pak berkunjungt ke DIY, dengan maksud agar mahasiswa dapat menyelaraskan antara teori yang sudah dipelajari di lingkungan kampus dengan praktek yang ada.
“Disamping promosi bidang kepariwisataan, DIY memiliki program untuk mempromosikan pendidikan ke seluruh Indonesia”, ungkap Erwin Nizar, S.Psi. Anggaran pendidikan dialokasikan cukup banyak karena DIY sendiri terkenal dengan slogan Kota Pelajar-nya. Diharapkan tidak ada anak putus sekolah yang terkendala biaya, sehingga dicanangkan program wajib belajar 12 tahun dengan segala konsekuensi yang ditimbulkan, antara lain pembiayaan sekolah kepada anak yang tidak mampu, serta pengembalian ke sekolah bagi anak yang terlanjur putus sekolah untuk selanjutnya akan dibiayai oleh pemerintah.
Nurprayitno, mahasiswa Fakultas Hukum berpendapat bahwa dengan adanya arus urbanisasi baik pelajar maupun pariwisata di DIY, maka akan berdampak pada masalah lingkungan, sosial, bahkan transportasi. Sejalan dengan itu, Nuryadi, S.Pd menanggapi adanya Perda yang berkaitan dengan gelandangan dan pengemis merupakan salah satu upaya penanggulangan dari dampak urbanisasi serta upaya-upaya lain yang dilakukan untuk menghadapi dampak tersebut. (hms.efm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*