Kunjungan Bamus DPRD Provinsi Banten

DSC_0481Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto,  menerima dan menyambut  kunjungan kerja Badan Kehormatan DPRD Provinsi Banten dalam rangka studi komparasi pembahasan peraturan DPRD tentang Tata cara Beracara Badan Kehormatan dan Badan Pembentukan Peraturan daerah (Bapperda) DPRD Provinsi Banten, Rabu, (20/1/2016).

Beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh Upy Yadi M, SH, selaku ketua rombongan dari DPRD Provinsi Banten, mengenai maksud dan tujuan kedatangan rombongan ke DPRD DIY. Pertama, dalam kasus DPRD Provinsi Banten sudah ada gubernur tetapi belum ada wakilnya sama seperti di DIY. Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dilakukan DPRD DIY untuk menyikapi hal tersebut. Kedua adalah bagaimana Tata cara pengisian Wakil Gubernur di DPRD DIY. Ketiga, DPRD Provinsi Banten meminta masukan terkait tugas Badan Kehormatan DPRD DIY di dalam membuat kode etik dan tata beracara. Selanjutnya diajukan pertanyaan mengenai tindakan apa yang dilakukan DPRD DIY di dalam menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat atau masalah internal terkait dengan anggota DPRD DIY.

Noor Hartanto menjelaskan terkait dengan kekosongan wakil gubernur di DIY bahwa Surat Keputusan Presiden RI mengenai pemberhentian almarhum Paku Alam IX, sebagai Wakil Gubernur DIY telah diterima oleh DPRD DIY. Dengan adanya surat ini, DPRD akan segera membentuk Panitia khusus yang memproses pengangkatan Paku Alam X menjadi Wakil Gubernur DIY.DPRD DIY sebelum pansus dibentuk akan menggelar rapat pimpinan dan rapat Badan Musyawarah (Bamus). Pansus ini akan bekerja selama tujuh hari untuk memverifikasi seluruh berkas dan persyaratan calon wagub yang sudah dikumpulkan. Dalam Keppres disebutkan tentang pemberhentian dengan hormat Wakil Gubernur DIY 2012-2017 karena (wafat). Surat ini ditandatangani Presiden dan diserahkan ke Kemendagri.Selanjutnya, surat asli akan dikirimkan ke Gubernur, dan tembusannya ditujukan kepada Pengadilan Negeri Yogyakarta, Pura Pakualaman dan DPRD DIY.

Sebagai tindaklanjutnya DPRD DIY melalui alat kelengkapan dewan yaitu Bapemperda akan mengajukan dibentuknya panitia khusus. Selama ini Bapemperda telah menyelesaikan 2 perdais dari 5 urusan keistimewaan. Perdais tentang Tata Cara Pengisian Gubernur dan wakil Gubernur, itu menjadi dasar penetapan wakil Gubernur saat ini. Prosesnya juga sedah tertuang sepenuhnya dalan Peraturan tersebut. Dimana harus memenuhi Persyaratan yang sudah ditetapkan surat pencalonan untuk calon Wakil Gubernur yang ditandatangani oleh Penghageng Kawedanan Hageng Kasentanan Kadipaten Pakualaman, Panitia Khusus yang bertugas terdiri atas wakil fraksi-fraksi. Jika Panitia Khusus Penetapan Wakil Gubernur menyatakan persyaratan sudah terpenuhi, Panitia Khusus Penetapan Wakil Gubernur untuk selanjutnya disampaikan kepada Pimpinan DPRD DIY mengusulkan kepada Presiden melalui Menteri untuk mendapatkan pengesahan.

Sedangkan terkait dengan pertanyaan kedua dijelaskan oleh Arif bahwa Proses kode etik dan tata cara beracara sudah dimiliki DPRD DIY sejak DPRD periode 2009-2014. Pada awal masa jabatan DPRD DIY periode 2014-2019 mengadakan review mengenai keduanya. Pembentukan kode etik dan tata beracara bertujuan untuk menjaga marwah anggota DPRD DIY,antara Anggota DPRD DIY harus saling menjaga kehormatan. Dalam rangka penyusunan kode etik dan tata beracara tidak banyak yang diubah, hanya ada beberapa yang disempurnakan. BK DPRD DIY pada masa pembahasan kode etik dan tata beracara melakukan studi ke DPR RI, dan mendapatkan cukup banyak materi yang menjadi masukan bagi pembuatan kode etik dan tata cara beracara tersebut.

Sementara itu, mengenai laporan masyarakat yang menyangkut masalah kedisiplinan dan lain sebagainya diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Contoh pelanggaran kecil seperti tata pakaian, absensi kehadiran anggota DPRD, dll.Terhadap kehadiran anggota DPRD yang 3x berturut-turut tidak hadir, maka BK DPRD DIY meminta informasi kepada anggota keluarga terdekat. BK DPRD DIY harus tau tentang kondisi lingkungan keluarga Anggota DPRD DIY.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*