Kunjungan DPRD DIY Ke Desa Wisata Kaki Langit pada Forum Diskusi Wartawan bertajuk “Pengembangan Desa Wisata di Desa Wisata Kaki Langit Mangunan”

Jogja, dprd-diy.go.id – Jum’at, (10/11/2017) Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto menjadi salah satu pembicara dalam forum diskusi Wartawan yang bertajuk Pengembangan Desa Wisata di Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Kabupaten Bantul. Diskusi dihadiri oleh Ketua Pengelola Desa Wisata Kaki Langit Purwo Harsono. Kaki Langit merupakan contoh pengelolaan desa wisata dengan basis komunitas. Keberhasilan Kaki Langit yang menggerakkan masyarakatnya dalam mengembangkan desa wisata tersebut mendapatkan perhatian banyak pihak, termasuk Wakil Ketua DPRD DIY.

Saat ini Kaki Langit memiliki delapan kegiatan yan diwadahi dalam kelompok. Delapan kegiatan ini meliputi Atap Langit, Langit Ilalang, Langit Terjal, Budaya Langit, Karya Langit, Rasa Langit dan Langit Cerdas. Untuk Atap Langit merupakan pengelolaan homestay. Ada 24 homestay yang berada di Kaki Langit, dimana “semua dikelola oleh masyarakat dibawah Kaki Langit, Ungkap Purwo Harsono. Sedangkan Langit Terjal mengelola otomotif. Budaya Langit konsentrasi dengan kegiatan Budaya, Karya Langit ( merchandise ) dan Rasa Langit dengan usaha kuliner. Adapun Langit Cerdas menggagas soal sekolah sawah dan beberapa pelatihan seperti tari dan lainnya. Ipung sapaan karibnya juga telah mematangkan gagasan untuk meluncurkan pasar kuliner yang penyajiannya merupakan makanan tradisional khas Mangunan.

Menurut Ipung, kehadiran kaki Langit tidak lepas dari konstribusi 17 pemuda desa setempat. Mereka menjadi inisiator sekaligus penggerak desa wisata tersebut. Salah satunya Eko Susanto yang mengelola Langit Terjal. Sekitar tiga bulan lalu, Eko terpilih sebagai sekretaris desa atau carik Desa Mangunan.

Arif Noor Hartanto atau dikenal Inung, berharap Basis komunitas tersebut harus tetap di perkokoh. Membanjiri wisatawan yang datang tidak boleh membuat pengelola lengah. Sebab, keberhasilan mengelola desa wisata tak semata-mata diukur dari banyaknya pengunjung yang datang. Beliau lantas mencontohkan pengelolaan Objek Wisata sistem Luar Negri. Untuk datang ke Objek tersebut, wisatawan harus mendaftar dan antre. Ini artinya pengelola mengedepankan kualitas bukan hanya kuantitas. (VFN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*