KUNJUNGAN TAMU DARI KOMISI IV DPRD PROVINSI KALTIM:

 DSC_0300Jum’at, (13/6) Ruang Lobby Lt. 1 DPRD DIY Anggota Komisi D DPRD DIY (Nurjanah dan Endang Sukaryati, S.Sn) menerima kunjungan tamu dari Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim dalam rangka Konsultasi/sharing di bidang kesejahteraan rakyat, DPRD DIY juga mengundang SKPD yang di turut dapat memberikan informasi untuk komisi IV DPRD Provinsi Kaltim.

Berkaitan dengan hal dimaksud maka ada beberapa poin yang akan dikonsultasikan dengan DPRD DIY khususnya Komisi D DPRD DIY antara lain, Seperti apa bursa kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kondisi anak jalan dan cara mengaturnya, Terkait kesehatan, tenaga medis dan prasarana Puskesmas di DIY, pendidikan dan program beasiswa. Sejauh mana peran Kraton dalam pemeliharaan Kraton yang wilayahnya begitu luas, Selain itu bagaimana pengelolaan danais yang peruntukannya untuk Kraton apakah ada kerjasama dengan Dinas terkait, Sejauh mana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam narkoba dan Penanganan anak jalan di DIY.

DPRD DIY mengucapkan selamat datang di DPRD DIY semoga dalam pertemuan ada ilmu yang dapat bermanfaat diantara kita. Mengenai Dana keistimewaan diperuntukkan pada bidang peningkatan sektor budaya dan dalam pengelolaan melibatkan seluruh instansi yang terkait.

Menanggapi bursa kerja di DIY Disnakertrans menjelaskan, bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam bursakerja juga disosialisasikan melalui SMK – SMK mengingat pencari kerja dari tahun ke tahun semakin meningkat maka job fair dilaksanakan 2 kali dalam 1 tahun. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan bursa kerja di DIY dilaksanakan oleh Disnakertrans DIY dan pihak-pihak swasta namun tetap dalam pengawasan oleh Pemerintah (Disnakertrans DIY); Mengenai pengiriman transmigran dari DIY ke daerah Kalimantan Timur sekitar 15 KK dan sebelum diberangkatkan ke daerah transmigran diberikan pelatihan-pelatihan.

Perwakilan Disdikpora juga men berikan jawabanTerkait dengan persoalan beasiswa atau subsidi bagi siswa yang kurang mampu Daerah Istimewa Yogyakarta mulai dari SD sampai dengan SLTA. Disamping dana APBN (BOS) ada juga dana dari APBD, hal ini untuk mendukung dalam rangka mewujudkan RPJMD DIY yang salah satunya bahwa DIY di tahun 2025 menjadi Center Education di Asia Tenggara. Dalam konsultasi ini juga dari perpustakaan DIY juga membuka kesempatan untuk mengirim skpd nya untuk datang ke Jogja untuk bekerja sama di bidang perpustakaan karena DIY saat ini sudah memiliki perpustakaan Digital. Untuk koleksi buku-buku Disdikpora DIY banyak mendapatkan sumbangan dari masyarakat. Untuk mengantisipasi pemuda agar tidak terjerumus narkoba maka Disdikpora mengadakan berbagai lomba siswa yang diikuti dari berbagai jenjang, secara khusus siswa yang berpotensi ditampung dan salurkan sesuai dengan bakat nya. Selain itu dalam penanganan yang sudah terkena narkoba pihak Rumah Sakit Grasia bekerjasama dengan lapas Narkotika. Berkaitan dengan tenaga ahli kesehatan DIY juga masih kurang, namun tenaga perawat sudah cukup.

Mengenai pengelolaan dana keistimewaan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2012 yang di dalamnya ada 5 poin yang diamanatkan dan ditindak lanjuti dengan perda keistimewaan yang salah satunya yaitu kebudayaan. Maka melalui dana keistimewaan DIY dapat membiayai kebutuhan- kebutuhan yang berkaitan dengan penggalian budaya, pemeliharaan dan bahkan peningkatan budaya yang ada di DIY termasuk penataan cagar budaya.

Penanganan anak jalan di DIY sudah memiliki Perda penanganan anak jalanan dan Perda Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Dalam pelaksanaan secara teknis dibuat Pergub dan Dinas terkait mengadakan operasi di lapangan dan apabila yang terjaring dibina dan diberikan keterampilan oleh Dinas Sosial. Disamping itu ada pemisahan tentang penanganan anak jalanan dan penanganan anak yang tinggal di jalan, maka Perda nya juga berbeda. (hms.az)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*