Lirik DIY dalam Pengelolaan dan Pengembangan Wisata

Hari ini Kamis (15/03) gabungan Komisi DPRD DKI Jakarta bertandang ke DPRD DIY. Dipimpin Syarifudin, rombongan yang terdiri dari 12 dewan ingin belajar tentang pengelolaan pariwisata di DIY. Syarifudin menyebut, DKI ingin mengembangkan destinasi pariwisata. Alasannya, karena saat ini di bidang pariwisata, yang mencolok di DKI ialah plaza, dan hiburan malam. “Sekarang ingin mengembangkan sektor budaya seperti kampung budaya Betawi.” Ungkapnya. Selain menjadikan budaya sebagai destinasi pariwisata baru, wisata bahari juga menjadi fokus pengembangan.

Mendengar hal tersebut, Arif Noor Hartanto, Wakil Ketua DPRD DIY yang berkesempatan menerima rombongan Syarifudin mengapresiasi langkah yang akan ditempuh DPRD DKI. Budaya dan alam dapat dikenalkan ke masyarakat melalui jalur pariwisata.

Di DIY saat ini telah banyak bermunculan destinasi pariwisata baru, baik yang berbasis pantai, pertanian, pegunungan, perkampungan dll. Destinasi wisata tersebut mudah tereksplor dengan pemanfaatan teknologi komunikasi atau sosial media seperti Facebook dan Instagram.

Faktor pendukung destinasi pariwisata baru salah satunya ditopang oleh akan beroprasinya bandara baru di Kulonprogo pada tahun 2019. Selain itu masyarakat, juga sudah memiliki kesadaran terhadap pengelolaan dan pemanfaatan alam sekitar menjadi destinasi pariwisata.

Hal-hal yang menjadi perhatian DPRD DIY bersama pemerintah ialah kesamaan persepsi pengelolaan dan pengembangan pariwisata di DIY supaya tetap mencerminkan nilai-nilai keluhuran DIY. Akses informasi juga diperhatikan supaya wisatawan dapat menjelajah destinasi wisata di DIY dengan aman, nyaman, dengan fasilitas yang layak dan memadahi.

Berkembangnya wisata diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DIY salah satunya dengan meningkatnya industri kreatif seperti kerajinan, produksi oleh-oleh khas DIY, tekstil, dll.

Inung sapaan akrap Arif Noor Hartanto, menuturkan dalam pengelolaan dibutuhkan kerjasama berbagai pihak seperti legislatif, eksekutif, akademisi, dan masyarakat. Kekompakan dan kesatuan persepsi akan menjadikan pengelolaan wisata di DIY semakin mudah. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.