LOTA DIY Membantu Program Wajib Belajar

DSC_0087 (320x213)Lembaga Orang Tua Asuh (LOTA ) DIY yang dipimpin Tuyadi beraudiensi dengan DPRD DIY untuk menggalang dukungan program dan kelembagaan (03/07). Tuyadi yang mantan Kepala Dinas Sosial tersebut mengatakan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) LOTA antara lain memberi penyuluhan kepada calon orang tua asuh dan mencari dana untuk disalurkan kepada anak usia sekolah yang membutuhkan. “Pada dasarnya kami membantu program pemerintah menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. Penyuluhan untuk mencari orang tua asuh baik secara personal maupun kelembagaan,” ujarnya.  Setelah mendapat dana dan disalurkan maka LOTA mengadakan monev (monitoring dan evaluasi). BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Dasar) hanya memberikan bebas biaya sedangkan sarpras (sarana dan prasanan) tidak diberi sehingga LOTA memfokuskan pada hal tersebut. Pada tahun 2013 LOTA menargetkan 1000 siswa diberi bantuan namun berdasarkan survei ternyata yang membutuhkan 1750 siswa dari SD,SMP dan SMU. “Pada awalnya kami hanya concern pada siswa SD namun berdasarkan permintaan ternyata ada penambahan dari siswa SMP 50 anak dan SMU 20 anak. Kebutuhan SMU dan SMP jelas lebih banyak melihat dari jenjang pendidikannya, alokasi untuk SMU mengambil dana dari alokasi siswa SD sebanyak 40 anak sedangkan 50 siswa SMP mengambil dana dari alokasi 70 siswa SD,” ujarnya. Tahun ini LOTA DIY mendapat hibah dari dua perusahaan swasta dana tersebut terkumpul Rp 258 Juta namun belum cukup dikarenakan anggaran tersebut hanya untuk 1000 siswa. Dana operasional LOTA juga belum tercover dari sponsor tersebut. Petugas kantor LOTA DIY dibayar Rp 800 Ribu dikarenakan belum ada tambahan untuk operasional. “Prinsip kami semua dana yang disumbangkan tidak lebih dari 20 persen untuk operasional mengingat kerterbatasan dana tersebut petugas kami sejumlah dua orang belum bisa diberi upah sesuai UMP,” tuturnya.

Putut Wiryawan, Wakil Ketua Komisi D yang membidangi pendidikan mengatakan tidak boleh ada anak usia sekolah di DIY yang putus sekolah. “Ini komitmen Gubernur dan juga Komisi D,” ujarnya. Sedangkan Erwin Nizar anggota Komisi D lainnya mengapresiasi program LOTA DIY. Penyuluhan merupakan salah satu program yang dekat dengan kami sehingga bisa kami pertimbangkan. Organisasi yang terbentuk dari amanah Peraturan Gubernur (Pergub) harus dipenuhi kebutuhannya. Jangan sampai uang pensiun Pak Tuyadi bersama kawan – kawan habis untuk operasional,” ujarnya. DPRD DIY akan segera mendiskusikan bersama mitra kerja setelah LOTA DIY menyerahkan proposal resmi beserta data-data siswa penerima bantuan agar secara regulasi LOTA DIY bisa diberi subsidi berdasarkan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*