Mahasiswa UMY Adakan Audiensi Demi Kritisi DIY

IMG_1004Senin, (18/04/2016) DPRD DIY menerima audiensi Korp Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (KONAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMY. Berbagai pertanyaan diajukan terkait Transjogja dan bagaimana eksistensinya sebagai fasilitas publik. “Mengapa hanya ada di Sleman dan Kota saja?” Tanya salah satu mahasiswa.

Arif Noor Hartanto menuturkan,kabupaten satu dengan yang lainnya di DIY saling berhimpitan. Fasilitas publik memang menjadi kewenangan provinsi. Adapun terkait Transjogja dapat ditemui di Kota, Sleman dan Bantul. “Hanya saja memang di Bantul yang terjangkau Transjogja yang berhimpitan dengan Sleman, seperti di sekitar Rumah Sakit Hardjo Lukito.” Ungkap politikus fraksi PAN tersebut.

Selain tentang Transjogja, mahasiswa UMY tersebut mengkritisi kebijakan pemerintah yang mengatasnamakan ekonomi kerakyatan. Inung menjelaskan bahwasanya di DIY telah memiliki Perda (Peraturan Daerah) yang melindungi pasar tradisional. Namun, provinsi tidak memiliki kewenangan, karena kewenangan ada di kabupaten/kota. Adanya perda perlindungan pasar tradisional tersebut, diharapkan kabupaten/kota berkenan mematuhi.

Perizinan pendirian toko-toko modern dan berjejaring harus dikelola dengan sebaik  mungkin sehingga tidak mematikan pasar-pasar dan warung tradisional. Inung menyebut jika terlanjur didirikan toko modern dan berjejaring pemerintah setempat harus memberdayakan dengan meminta memasarkan produk-produk lokal dan makanan tradisional. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*