Membangun Kapasitas Perempuan Calon Legislatif yang Kompeten dan Profesional

DSC_0714 (320x213)Dalam perspektif Undang-undang No 8 Tahun 2012, keterwakilan 30 % perempuan merupakan syarat mutlak baik dalam persyaratan sebagai peserta Pemilu (pasal 8 ayat (2) huruf e) maupun persyaratan pengajuan bakal calon (pasal 55 dan 56). “Posisi perempuan cukup progresif diatur. Ada sangsi dan pengaturan didalamnya,” ujar Hamdan, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Hal tersebut disampaikan pada kesempatan pertama menyampaikan materi seminar kerja sama yang diadakan Kaukus Parlemen Perempuan DPRD DIY dengan tema “Membangun Kapasitas Perempuan yang Kompeten dan professional” Sabtu (19/10) di Hotel All Seasons. Ketua KPUD yang baru saja dilantik tersebut menambahkan jika persyaratan 30 % kepengurusan di tingkat pusat tidak dapat dipenuhi, maka partai politik tidak lolos sebagai peserta pemilu. Anne Permatasari, Dosen Fisipol UGM menyebutkan persoalan lanjutan selepas adanya ketentuan affirmative action bukanlah berhenti pada titik menempatkan 30% perempuan dalam kepengurusan partai dan pencalegan, tetapi  persoalan bagaimana parpol bisa meningkatkan kualitas kader perempuannya dengan menghilangkan atau meminimalisir tiga hambatan utama yang umum terjadi, baik hambatan finansial, tradisi, dan kapasitas personal. “Kita harus menuntut parpol agar lebih peduli,” ujarnya. Terkait kebijakan yang diambil, Ketua Komisi A, Arif Noor Hartanto menambahkan Kebijakan populis harus diambil. Di negara berkembang mayoritas kaum miskin jauh lebih banyak ketimbang kaum mapan. Jadi kebijakan populis di negara berkembang seperti di Indonesia adalah dengan memperjuangkan kaum miskin. Sistem pemilihan langsung murni berimplikasi pada konstituen yang bisa langsung memilih para wakilnya baik di eksekutif maupun legislatif. “Masyarakat bisa membangun langsung relasi dengan anggota dewan terkait penyampaian aspirasi. Suatu saat ibu-ibu pasti akan didatangi konstituen terkait dengan realisasi janji maupun aspirasi,” kata anggota dewan yang kerap disapa Inung tersebut.(hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*