Menanti Toleransi Bagi Pedagang Asongan

Jogja, dprd-diy.go.id – DPRD DIY yang diwakili oleh Yoeke Indra Agung Laksana menerima kunjungan audiensi Paguyuban Pedagang Asongan Yogyakarta (PPAY) Kamis, (29/3/2018) yang dipimpin oleh Yogi Prasetyo dari DPC REPDEM Kota Yogyakarta dan Parwoto selaku Ketua PPAY. Paguyuban Pedagang Asongan Yogyakarta melakukan kunjungan audiensi lanjutan karena merasa masih ada hal yang ingin disampaikan agar mereka tetap bisa beraktivitas berdagang di Benteng Vredeburg. Terkait dengan masih adanya aksi penertiban oleh pihak Satpol PP yang dipandang menghalangi para pedagang untuk beraktivitas sedangkan relokasi para pedagang kaki lima masih berproses. Kondisi inilah yang mendorong PPAY untuk meminta perlindungan dan kebijakan kepada pihak terkait lewat DPRD DIY.

“Dalam aktivitas sehari-hari kami mohon kebijaksanaan dari pihak Benteng Vredeburg untuk kita pedagang tetap bisa beraktivitas di parkiran. Kami siap ditata dengan baik, karena demi kebaikan kami dalam berdagang dan demi kenyamanan dan keindahan Benteng Vredeburg. Kami berjualan ini untuk mencari nafkah dan supaya memang menjadi hiasan yang baik untuk ikut ambil bagian dalam mendukung pariwisata Benteng Vredeburg,” ungkap Yogi Prasetyo. Penertiban paksa ini dianggap juga sebagai sikap diskriminasi terhadap rakyat kecil terkhusus para pedagang yang harus mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Aspirasi yang disampaikan dalam audiensi ini berjalan dengan singkat dan akan dioptimalkan lagi pada pertemuan selanjutnya.

DPRD DIY melalui Yoeke Indra Agung Laksana menyampaikan kesimpulan dan sikapnya untuk terus memberikan pengawalan atas permasalahan ini sampai tuntas dan akan bersurat kepada pihak terkait yaitu Satpol PP mengimbau untuk memberikan kebijakan yang mentolerir para pedagang untuk beraktivitas selama proses relokasi masih berjalan. “Ada dua kesimpulan yang bisa kita ambil dari pertemuan hari ini yaitu, bahwa teman-teman PPAY mohon bisa masuk dalam skema relokasi dan di barengi dengan data-data yang sudah tetap dan demi kepentingan kemanusiaan kami akan mengusahakan agar tetap bisa beraktivitas dagang selama proses relokasi berjalan,” tutur Yoeke di akhir acara. (wwn)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*