Menuju DIY Tahun 2025

DSC_0193 (420x279)Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan masyarakat yag maju, mandiri dan sejahtera. Inilah visi dari Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tahun 2025 mendatang. Visi dan misi DIY menjadi salah satu bahasan dalam acara “Forum Group Discusion” yang dilaksanakan pada Kamis (13/02). Acara yang bertajuk penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD DIY terhadap RKPD 2015 ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Nur Yuwono, Dip.HE., dan anggota masing-masing komisi DPRD DIY, Drs. Ahmad Subangi sebagai juru bicara Komisi A, Drs. Agus Mulyono, MM dari Komisi B, Suharwanta, ST dari Komisi C, dan Putut Wiryawan sebagai juru bicara dari Komisi D. Serta perwakilan dari Balegda DPRD DIY, Sadar Narimo, SH. SAg.

Diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Nur Yuwono, Dip.HE dari bidang keahlian teknik pantai dan kelautan, “Membangun pantai selatan itu tidak mudah”. Hal ini dikarenakan faktor alam yang dimiliki daerah pesisir, pantai yang terjal dan gelombang laut yang tidak menentu menjadi kendala utama. Menurutnya pengembangan wilayah pesisir harus dikembangkan secara terpadu dan terkoordinir sejak perencanan sampai pembangunan dan pengelolaannya sehingga bermanfaat untuk saat ini maupun masa yang akan datang.

Dari Komisi A, Drs. Ahmad Subangi salah satunya menginisiasi adanya undang-undang tentang desa dalam tata pemerintahan desa. Serta bagi Satpol PP sebagai salah satu penegak hukum, diperlukan adanya koordinasi dengan penegak hukum lain. Paparan Komisi C pada FGD kali ini antara lain Pemda DIY perlu meningkatkan pertumbuhan Ekonomi Daerah sehingga pertumbuhan ekonomi di DIY akan lebih mengacu pada pertumbuhan ekonomi nasional. Serta adanya revitalisasi BUMD harusnya dilakukan dengan baik sehingga kedepannya BUMD berjalan dengan sehat dan tidak membebani anggaran APBD, ungkap Drs. Agus Mulyono, MM.

Usaha lain juga dilakukan salah satunya dalam mengembangkan bidang transportasi. Namun hal ini bagai dua sisi mata uang, kemudahan akses didapatkan akan tetapi disisi lain dengan adanya penambahan jumlah kendaraan akan menimbulkan masalah kemacetan. “Untuk mengatasi hal ini diperlukan kendaraan yang dapat mengangkut banyak orang sekaligus dalam sekali jalan serta hemat energi. Selain itu, terkait dengan masalah transportasi diperlukan adanya tambahan regulasi yang mengatur salah satunya dengan adanya penambahan besaran pajak kendaraan bermotor”, ungkap Suharwanta ST.

Perpustakaan menjadi salah satu leading sector dalam dunia pendidikan. Hal ini dungkapkan oleh juru bicara Komisi D. Menciptakan masyarakat yang gemar membaca adalah cara yang tepat dalam rangka pembangunan karakter Daerah Istimewa Yogyakarta karena pembangunan karakter suatu daerah berasal dari pemuda-pemuda daerah itu sendiri. Dengan terciptanya pemuda yang berkarakter, maka terciptalah Yogyakarta yang berkarakter. Masyarakat berbudaya dan berpendidikan diharapkan juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta sehingga visi Yogyakarta untuk tahun 2025 akan tercapai. (hms.efm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*