NTT JADIKAN DIY SEBAGAI REFERENSI KOTA PARIWISATA DAN LAHAN PERTANIAN

DSC_0030Kamis, (16/04) ketua DPRD DIY  H. Yoeke Indra AL, SE menerima kunjungan kerja dari Nusa Tenggara Timur. Kunjungan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut membahas tentang pariwisata dan pengolahan lahan menjadi lahan pertanian dan ekonomi kreatif. DIY diakui Atrius pimpinan rombongan sebagai kota yang layak dijadikan referensi.

Demi memberikan informasi detail, H. Yoeke turut menghadirkan komisi B yang diwakili Nur Sasmito, SE dan Janu Ismadi, SE, Purwati Rahayuningtias dari Dinas Pertanian dan Muhammad Salim dari Dinas Pariwisata.Yoeke mencontohkan pembuatan kolam di atas bukit Langgeran. “Bukit Ini bisa dijadikan tempat pariwisata dan cadangan air saat kemarau.” Tambah Nur sasmito. Selain Langgeran, Nur Sasmito turut mengungkap budidaya ikan dari Thailan yang dikembangkan pemerintah di Sleman.

Pemanfaatan lahan secara bijak dan kreatif menjadi daya tarik wisatawan. Namun hal tersebut diakui Muhammad Halim menyisakan dampak yang harus segera diatasi. Salah satunya lahan parkir.

“Apakah di NTT sudah ada Perda (Peraturan Daerah) terkait pariwisata dan pertanian?” tanya Purwati saat tiba gilirannya berbicara. Ia menuturkan bahwasanya DIY telah memiliki perda No. 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan. Perda tersebut mengatur kondisi sosial ekonomi petani,  kesediaan petani/pemilik lahan untuk dijadikan lahannya sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan  dan  rencana tata ruang wilayah.

Hubungan DPDR DIY dengan Perguruan Tinggi turut dibahas dalam pertemuan tersebut. “Tidak secara kelembagaan resmi, melainkan sebagai narasumber /staf ahli dalam menentukan kebijakan.” Ungkap H. Yoeke.

DPRD DIY juga dapat dijadikan laboratorium perguruan tinggi dalam mengembangkan keilmuwan yang bersakutan. Seperti diizinkannya mahasiswa mengikuti Rapur, seminar, dll.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*