ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL SERAHKAN HASIL KONFERENSI KE DPRD DIY

Jumat (13/3) Agus Sumartono, S.Si Komisi A DPRD DIY menerima hasil konferensi “Masyarakat Sipil dan Penguatan Demokrasi Inklusif” dari sejumlah perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Konferensi yang diselenggarakan pada tanggal 25-26 Februari 2014 diikuti 130 peserta dari perwakilan OMS. Diantaranya perwakilan dari Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB), Indonesia Court Monitoring (ICM), Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo), Yayasan LKiS, Center for Improving Qualified Activity in Life (CIQAL) dll.

Terdapat empat poin penting dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari di hotel Ros In tersebut.Pertama, pemerintah meningkatkan partisipasi masyarakat sipil Yogyakarta terutama kelompok rentan baik dalam proses politik dan perancanaan anggaran. Kedua, pemerintah daerah istimewa Yogyakarta hadir di masyarakat sebagai penengah dan pelindung terwujudnya sikap saling toleransi. Ketiga, pemerintah bersama parlemen menjalankan mandat konstitusi dengan pro aktif melindungi rakyat dengan menolak kriminalisasi terhadap rakyat, pimpinan dan kelembagaan KPK. Selain itu pemerintah harus pro aktif melakukan revisi kebijakan (daerah dan pusat) yang berpotensi mengkriminalisasi rakyat. Ke empat, pemerintah berpihak dalam isu masyarakat sipil dan kelompok rentan melalui pembuatan dan implementasi kebijakan. Contoh belum terealisasikannya Perda nomor 4 tahun 2012 tentang perlindungan dan pemenuhan penyandang disabilitas.

Ke empat hasil konferensi tersebut, diakui OMS berangkat dari keprihatinan terhadap masalah-masalah yang ada di Yogyakarta. Diantaranya kurangnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum 2014, belum adanya keseriusan pemerintah dalam memanfaatkan anggaran publik, ketidak adilan hukum, kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat rentan, meningkatnya intoleransi dan kekerasan, sistem jaminan sosial nasional dan sistem kesehatan khusus (Jamkesus) belum dapat memenuhi akses kesehatan yang menjadi hak warga, dan diskriminasi media massa terhadap kelompok marjinal dan rentan.

Hendrawan, perwakilan dari OMS berharap hasil konferensi tersebut ditindak lanjuti. “Karena ini amanah dari pak Busyro Muqoddas. Bahwa saya akan hadir jika konferensi ini ada tindak lanjutnya.” Ungkap Hendrawan.

Menanggapi masalah-masalah tersebut, Agus Sumartono, S.Si mengakui pengawasan terhadap Perda-Perda belum dilaksanakan secara maksimal. selain itu, Agus Sumartono, S.Si berjanji semua permasalahan dan hasil konferensi yang disampaikan akan ditindak lanjuti dan dibahas melalui komisional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*