Paguyuban Pengusaha Malioboro Beraudiensi ke DPRD DIY

Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) beraudiensi ke DPRD DIY pada Kamis (2/8) bertempat di Ruang Transit Lantai 2 Gedung DPRD DIY. Audiensi yang dipimpin oleh Tunggono tersebut menyampaikan terkait keberadaan PKL di trotoar Malioboro yang menggunakan persil rumah mereka. Pemilik Toko Fancy tersebut meminta bantuan kepada DPRD DIY untuk mengembalikan posisi Malioboro seperti pada tahun 1975 yang mana dikhususkan untuk pejalan kaki atau pedestrian.

Ditambahkan oleh Budhi Susilo pemilik Toko Subur yang berada di Jalan Malioboro, pihaknya menyampaikan bahwa penataan Malioboro tidak pernah disosialisasikan kepada PPM dan tidak ada yang bertanggung jawab. Selain itu juga menginginkan untuk diagendakan bertemu dengan Walikota Yogyakarta agar permasalahan mengenai Malioboro ini bisa selesai. “Kapan diagendakan ketemu dengan Walikota face to face dengan teman-teman dari PPM biar lebih enak,” imbuhnya.

Merespon apa yang telah disampaikan oleh Tunggono dan Budhi Susilo, Rany Widayati selaku Wakil Ketua DPRD DIY menyampaikan beberapa poin penting antara lain, yang pertama bagaimana pola kedepan, apakah sudah pernah diberikan sosialisasi kepada semua pemilik toko yang ada di Malioboro ini, yang kedua terkait keluhan seperti ini solusinya seperti apa, yang ketiga perlu juga diperhatikan pada saat perjanjian tahun 1975 seperti apa dan kemudian sekarang pemanfaatanya seperti apa. “Itu menjadi catatan-catatan kami yang kemudian akan kami sampaikan ke pihak yang berwenang khususnya ke Pemerintah Kota,” tutur Rany.

Politisi dari Partai Golkar tersebut menambahkan,”kami pun juga melalui Provinsi disini, biarpun kewenangannya tidak sepenuhnya, tapi kami akan membicarakan ini semua di Komisi B, nanti juga akan kami sampaikan ke teman-teman Dewan untuk membahas ini semua.” (mc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.