Pandangan Fraksi PDIP terhadap Raperda Inisiatif yang diusung Komisi D

Jogja, dprd-diy.go.id – Awal tahun 2017, Komisi D mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif terkait arsitektur bangunan berciri khas DIY. Usulan tersebut pada hari ini Rabu (8/02/2017) mendapatkan tanggapan dari masing-masing fraksi di DPRD DIY.

Menanggapi soal arsitektur bangunan, Rendardi Suprihandoko membacakan pandangan umum Fraksi PDIP. Fraksi PDIP memandang hampir setiap bangunan dalam kurun waktu tertentu akan mengalami perubahan baik langsung maupun tidak langsung, berubah akibat adanya proses adaptasi untuk menghadapi perubahan kebutuhan di tiap-tiap generasi ataupun karena faktor alam. Perubahan ini terjadi karena adanya perubahan peradaban, perubahan spirit zaman dan perubahan dari era lama ke era baru, misalnya dari era pertanian ke era industri, sehingga kemapanan secara ekonomis tentu saja baru.

Disamping hal tersebut diatas masyarakat tiap daerah mempunyai kemampuan dan kreativitas yang berbeda dalam mengadaptasi dan mengolah kebudayaan ataupun peradaban baru. Hal ini tentunya akan mempengaruhi dan mengakibatkan bervariasinya hasil-hasil budaya itu, antara lain adalah beragamnya kekhasan arsitektur yang mampu mencerminkan budaya daerah. Rumah dengan segala perwujudan bentuk , fungsi dan maknanya senantiasa diatur, diarahkan, dan ditanggapi atau diperlakukan oleh penghuni menurut kebudayaan yang mempengaruhi masyarakat yang bersangkutan.

Konteks kebudayaan dalam bentuknya yang akan tercermin dalam karya arsitektur meliputi: agama,  Social, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, estetika.

Nilai sebagai salah satu perwujudan kebudayaan akan mencakup hal yang berkenaan dengan kebenaran (logika), kebaikan (etika), keindahan (estetika). Faktor fungsi dari kebudayaan dalam wujud arsitektur ditentukan oleh kebutuhan, teknologi, asosiasi, estetika, telesik (kesejamanan), pemakaian menurut fungsi dan kebutuhan yang tepat

Karya arsitektur akan selalu mencerminkan ciri budaya dari kelompok manusia yang terlibat dalam proses penciptaannya. Sekurang-kurangnya akan tercermin tata nilai yang mereka anut. Dengan demikian kalau kita secara cermat mengamati sejumlah karya arsitektur suatu masyarakat maka akan mengenali cirri budaya masyarakat tersebut.

Selaras dengan kewenangan urusan Keistimewaan Bidang kebudayaan maka regulasi yang berkaitan dengan Pola Arsitektur bernuansa budaya daerah adalah merupakan kebutuhan untuk memperkuat kekhasan nuansa budaya DIY seperti yang ada di daerah Provinsi Bali maupun Sumatra barat.

Dari hal tersebut maka Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY sependapat bahwa materi usul Prakarsa Komisi D DPRD DIY tersebut untuk ditetapkan Menjadi Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD DIY tentang “Arsitektur Bangunan Berciri Khas DIY “

Hal yang perlu kami mintakan penjelasan pada pengusul adalah Apakah tidak diperlukan lampiran yang merupakan bagian tak terpisahkan dari raperda ini yang berisi gambar secara skematis bentuk bentuk struktur bangunan seperti yang termaktub dalam pasal 4 ayat(1) dan Ayat(2) ; Pasal 5 Ayat (1) sampai dengan Ayat (5) ; Pasal 6 ; Pasal 7 dan Pasal 8 .

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*