Pansus Inginkan Inovasi Baru Dalam Pengelolaan Trans Jogja

Jogja, dprd-diy.go.id – Rabu, (18/01/2017) Pansus Trans Jogja melaksanakan rapat untuk membahas dan menerima penjelasan dari PT AMI berkaitan dengan Pansus III Bahan Acara Nomor 4 tahun 2017 tentang Pengawasan terhadap Pengelolaan Sistem Pelayanan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum Wilayah Perkotaan dengan Sistem Buy the Service DIY. Rapat dihadiri oleh Pimpinan DPRD DIY, Bappeda, Dishub, DPPKA Yogyakarta, PT AMI.

Ketua Pansus BA 4/2017 Agus Subagyo, dalam sambutanya berharap PT AMI dapat memberikan penjelasan secara detail terkait konsep dan teknis pelaksanaan dalam mengelola Trans Jogja. Penjelasan ini nantinya akan memberikan gambaran umum mengenai rencana PT AMI selaku operator Trans Jogja dalam memberikan pelayanan kendaraan umum bersubsidi.

Pemerintah Daerah DIY dengan PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) melakukan kerjasama pengelolaan sistem pelayanan angkutan orang dijalan dengan kendaraam umum dengan sistem buy the service sebagaimana diperintahkan dalam Keputusan Gubernur No 384/KEP/2015 tentang Operator Angkutan Umum Perkotaan Bersubsidi Trans Jogja dengan Sistem Buy The Service Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2021.

Penunjukan PT AMI untuk menggantikan tugas dari PT Jogja Tugu Trans (PT JTT) yang telah selesai melaksanakan tugasnya pada Tahun 2016. Selama berada dibawah kendali PT JTT, pengelolaan Trans Jogja dinilai belum optimal. Hal ini bisa dilihat dari segi SDM, armada dan infrastruktur. Hal ini berimplikasi pada rendahnya minat masyarakat Jogja dalam menggunakan kendaraan umum sebagai moda transportasi utama.

Menurut Chang Wendryanto, selaku anggota Pansus Trans Jogja menyatakan bahwa rendahnya minat dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum disebabkan oleh beberapa faktor meliputi faktor kenyamanan, keamanan, efisien dan efektifitas yang masih jauh dari kata puas. Selama ini masih dijumpai bus-bus yang kurang layak, tercatat saat ini ada 20 bis kurang layak dan 9 bis tidak layak, padahal Pemerintah sudah menganggarkan subsidi dalam bentuk Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar 70 miliar dalam APBD DIY tahun 2016, di tahun 2017 naik menjadi 84 miliar.

Direktur PT AMI, Dyah Puspitasari mengatakan pihaknya berupaya mendongkrak kinerja Trans Jogja, meskipun perusahaannya berorientasi pada keuntungan namun pelayanan yang prima tetap menjadi prioritas utama. Untuk meningkatkan pelayanan bagi para penumpang Trans Jogja, PT AMI akan menerapkan sistem pembayaran non tunai bagi penumpang Trans Jogja. Sistem e-ticket akan menggantikan pembayaran tunai. Ada beragam manfaat dan dampak positif jika e-ticket ini diberlakukan, meliputi mencegah kebocoran tiket, mempercepat proses pembayaran dan mengurai antrian penumpang yang ada.

Dalam kesempatan itu pula, Anton Prabu Semendawai mengharapkan agar PT AMI selaku pengelola Trans Jogja yang baru dapat memberikan inovasi-inovasi dalam tata kelola angkutan umum Trans Jogja. Setelah adanya e-ticket, kedepan diharapkan ada gebrakan-gebrakan baru, guna menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum. (M)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*