Pansus Moda Transportasi Tradisional Becak Dan Andong Kembali Gelar Rapat

Moda Transportasi Tradisional Becak dan AndongJogja, dprd-diy.go.id – Pansus (Panitia Khusus) BA.5 Tahun 2016 yang menangani Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong kembali melakukan pembahasan dalam rapat internal di Ruang Lobby Lt. 1 DPRD DIY, (16/2/2016).

Setelah dilakukan Public Hearing pada hari Rabu, (10/02/2016), Pansus BA.5 Tahun 2016 bergerak cepat untuk menyempurnakan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong.

Edy Susila, Ketua Pansus, mengharapkan agar Becak dan Andong di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakter yang khas, seperti penggunaan pakaian batik bagi pengayuh dan kusirnya. Sebagai wujud dukungan Pemerintah Daerah terhadap keberadaan becak dan andong sebagai icon Jogja, maka alangkah baiknya kalau di hari-hari tertentu para pejabat DIY ada keharusan untuk naik becak dan Andong. “Misal di hari jadi DIY,” ujarnya.

Pembentukan Raperda tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong ini  telah melalui pembahasan yang sangat intensif dalam upayanya untuk dapat menyempurnakan isi raperda. Diharapkan Raperda ini dapat menjadi pedoman khususnya bagi kendaraan tak bermotor tersebut, dan sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata serta mampu meningkatkan kesejahteraan bagi tukang becak dan kusir andong menjadi lebih baik.

Berbagai kegiatan pembahasan raperda ini  meliputi  rapat kerja dengan Biro Hukum Sekretariat Daerah, Dinas Perhubungan DIY yang dilaksanakn pada tanggal 15 Januari-12 Pebruari 2016. Untuk menambah masukan dalam rangka pengayaan materi, Pansus juga telah melaksanakan kunjungan konsultasi ke Dirjen Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 18 s.d. 19 Januari 2016, kunjungan kerja ke Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan ke Kota Tua Jakarta pada tanggal 20-22 Januari 2016, serta Publik Hearing yang dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2016.

Dari hasil permbahasan yang telah dilakukan terdapat beberapa perubahan.  Pada awalnya Raperda Transportasi Tradisional Becak dan Andong terdiri dari 8 Bab 45 Pasal, namun pada akhir pembahasan rapat kali ini  menjadi 6 Bab 43 Pasal. Tujuan dari pembentukan peraturan daerah ini adalah dalam rangka untuk  menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalan, pelestarian transportasi tradisional, mengatur penataan dan penyelenggaraan transportasi tradisional, dan meningkatkan kesejahteraan Operator dan/atau Pengemudi.

Sesuai dengan mekanisme yang ada bahwa setelah pembahasan raperda ini untuk segera dapat ditindaklanjuti untuk dibahas oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah untuk dilakukan harmonisasi. Diharapkan bahwa raperda dapat diparipurnakan pada tanggal 19 Pebruari 2016. (S)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*