Pariwisata DIY Siap Hadapi MEA

DSC_0431Setelah mengadakan Blocking Time pada (18/11) tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), keesokan harinya DPRD DIY mengajak wartawan untuk berdiskusi dengan topik yang sama. Hanya saja tema lebih dispesifikkan tentang kesiapan pariwisata menghadapi MEA.

Arif Noor Hartanto atau biasa dipanggil Inung bersyukur DIY dianugerahi alam yang kaya akan pariwisata. “Pariwisata menjadi lokomotif berbagai gerbang termasuk ekonomi kreatif.” Tutur Inung. Politikus fraksi PAN tersebut berharap pariwisata DIY kuat sehingga tidak mudah tergoyahkan oleh situasi global.

Imam P dari Dinas Pariwisata mengaku optimis menghadapi MEA. “Kita tidak perlu pesimis karena SDM di Indonesia masih baik untuk mengelola pariwisata.” Tuturnya.  Meskipun demikian Imam menghimbau agar persiapan dan perbaikan infrastruktur serta pelayanan perlu dilakukan. Hal tersebut dibenarkan oleh RB. Dwi wahyu Budianto wakil ketua komisi B.

Selain menghadirkan Imam, DPRD DIY juga menghadirkan Chondroyono   dari Jogja Tourism Training Center UGM. Chondro mengungkapkan pentingnya menampilkan budaya dalam pariwisata. Ia mencontohkan Bali yang menjadi daya tarik Wisman karena suguhan budayanya. “Di Jogja menonton ketoprak kalo ada pertunjukan saja.” Tuturnya. Hal tersebut berbeda dengan Bali yang pertunjukan budayanya dapat dilihat kapan pun.

Diantara peserta diskusi mengusulkan agar budaya keramahan Jogja juga ditampilkan. Masyarakat juga harus dihimbau agar tanggap terhadap Wisman. Masyarakat agar tidak meminta bayaran ketika diajak foto. Selain itu, Vika berharap pembangunan infrastruktur pariwisata harus diimbangi dengan pelayanan yang baik. Seperti kebersihan toilet dan kemudahan akses transportasi. (S)

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*