Partisipasi DIY di CAEXPO Cina

CAEXPO (China-ASEAN Expo) merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2004. CAEXPO juga berfungsi memperkuat kerangka kerjasama CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) yang telah berlaku sejak tahun 2010. keikutsertaan Indonesia pada Pameran CAEXPO merupakan salah satu upaya peningkatan ekspor barang Indonesia ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan negara ASEAN sekaligus memperbaiki posisi neraca perdagangan Indonesia.
Komisi B DPRD DIY berkesempatan mewakili Indonesia untuk menghadiri CAEXPO yang telah digelar kesepuluh kalinya pada tanggal 3-6 September 2013 di Nanning, RRT. Wakil dari DPRD DIY yang hadir pada acara CAEXPO tahun ini adalah Wakil Ketua DPRD DIY Hj.Tutiek M. Widyo, SE., Komisi B yang diwakili Ir. Gatot Setyo Susilo, MM.(Ketua Komisi B), RYS. Gunawan Handoyo HB, SH. (Wakil Ketua Komisi B), dan Drs.Agus Mulyono, MM.(Sekretaris Komisi B).
Partisipasi Indonesia di tahun ini lebih istimewa. Indonesia menampilkan produk barang bernilai tambah dan jasa dalam bentuk zona ASEAN Brand Galleris (produk merk Indonesia yang sudah mengglobal), consumer goods, makanan dan minuman, furniture, handicraft, perhiasan, sector jasa, dan fashion. Indonesia juga menampilkan City of Charm yang diwakili oleh DIY. Setiap Negara peserta menampilkan daerah yang dinilai memiliki potensi ekspor dan investasi produk jasa unggulan serta pertujukan seni budayanya yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan, investasi serta pariwisata. Sebagai City of Chram, DIY menampilkan Pavilun DIY yang didesain khusus replica berbagai landmark kota tersebut seperti Rumah Joglo sebagai rumah adat, Gerbang Keraton Yogyakarta, dan masih banyak lainnya.
Dalam CAEXPO 2013 juga diadakan Business Forum yang bertajuk, “Indonesia Trade and Investment Coference”. Business Forum ini merupakan ajang mempromosikan petensi daerah dibidang perdagangan pariwisata termasuk juga investasi. Dalam kesempatan ini, DIY mendapat banyak apresiasi melalui pertanyaan yang diajukan oleh audience, mengenai peluang usaha, potensi pertanian sektor investasi Cina yang diharapkan dimasa yang akan datang, dan kerjasama pendidikan.
DIY juga mengungkapkan mengenai rencana pembangunan bandara International di Temon Kulonprogo, hal ini mendapat respon positif dan banyak investor Cina yang tertarik mengembangkan infrastruktur pendukung. Pemerintah DIY juga mendapatkan penghargaan terbaik dari 11 negara yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Selain itu juga digelar pertemuan dengan investor di Cina, setidaknya ada 30 investor Cina yang tertarik menanamkan modal di DIY. Mereka tertarik ingin menanamkan modal karena rencana pembangunan Bandara International di Kuloprogo dan juga soal pengembangan jalan tol Kota Kogja dengan Kulonprogo serta pengembangan moda transportasi menuju bandara. Dengan kunjungan ke Cina, DIY mendapat banyak manfaat, selain dapat memperkenalkan budaya DIY, juga mempromosikan DIY dalam berbagai sektor.(hms.srd)
IMG_1449 (320x213)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*