Peace And Love Community Dapat Kawalan DPRD DIY Dalam Mengeksplor Aksi Sosial

PEACE AND LOVEBerawal dari komunitas arisan, para perempuan yang tergabung  dalam peace and love community DIY  mengadakan kegiatan berbasis sosial. Ernawati, penggagas komunitas tersebut bercerita kegiatas sosial seperti santunan diberikan pada saat bulan Ramadhan, namun kemudian berlanjut menjadi tiga bulan sekali dan sekarang menjadi rutinitas bulanan. Peac and love sendiri, dinyatakan oleh Erna telah menyebar ke berbagai daerah, dan di DIY merupakan komunitas peace  and love ke sepuluh yang berhasil didirikian.

Inung Marwoso, selaku ketua peace and love community menyatakan keinginannya membawa komunitasnya melebur dalam kegiatan sosial yang tidak hanya pada santunan saja. “Berilah kail, bukan ikannya.” Ungkap Inung Marwoso mengutip kata pepatah. Ia menjelaskan terdapat beberapa bidang yang akan menjadi progam peace and love community. Di antaranya, pendidikan, kesehatan, budaya dan pariwisata.

Menanggapi hal tersebut Rany Widayati Wakil Ketua DPRD DIY sekaligus ketua Kaukus Perempuan Parlemen DIY mengaku senang atas kegiatan yang dilakukan peace and love community. Rany berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat disinergikan dengan kegiatan pemerintah, sehingga akan mempercepat pembangunan.

Hal serupa juga disampaikan Dharma Setyawan. “Kami memang sedang mendorong untuk proaktif terhadap keistimewaan. Dharma yakin peace and love dapat menjadi duta  dalam peningkatan ekonomi makro dan mikro, dan kesejahteraan perempuan. “Kami siap mengfasilitasi untuk mempertemukan dengan dinas-dinas terkait, sehingga akan tercipta sinergi yang lebih kuat untuk percepatan pembangunan di DIY.” Tambah Dharma.

Adapun Atmaji dari komisi D, menjelaskan tentang pentingnya peran bersama dalam penanganan pengemis dan gelandangan. Politikus yang saat ini juga konsen di pembentukan pengawasan peraturan daerah khususnya Perda tentang gelandangan dan pengemis. Ia berharap, peace and love community turut serta dapat mengawal penguatan mental masyarakat agar tidak menggantungkan hidup dengan mengemis. “Mungkin dengan turut serta melakukan pembinaan atau pemberdayaan dengan pelatihan-pelatihan.” Jelas Atmaji mencontohkan. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*