Pengajian Rutinan DPRD DIY Bahas Ciri-Ciri Pribadi Sholih

pengajian rutinan

Pengajian rutinan kamis akhir bulan, kali ini membahas tentang ciri-ciri orang sholih. Ustadz Didik Purwodirwanto menyampaikan secara runtun dengan sesekali mengajak audiens bercanda. “Ciri pertama orang sholih adalah yang setiap malam memiliki jadwal membaca Al-Qur’an.” Katanya menjelaskan. Di antara kesibukan aktivitas, orang sholih meluangkan waktu membaca Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat.

Ciri kedua, orang yang senantiasa bersujud kepada Allah. Bersujud menghamba dengan tulus kepada Allah SWT merupakan kepasrahan diri bahwa manusia sadar akan penciptanya. Sujud dapat dilakukan di saat salat. “Kalau laki-laki sebaiknya salat berjama’ah di masjid, tapi kalau perempuan lebih diutamakan di rumah.”

Ketiga, percaya kepada Allah dan hari akhir. Kepercayaan dan keyakinan bahwasanya Allah adalah satu-satunya pencipta, serta kelak akan tiba masa dimana semua yang ada di dunia akan berakhir. Ke empat, amar ma’ruf nahi munkar yang artinya mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemunkaran.

Pada bagian ke empat Didik Purwodirwantoro mencontohkan dimanapun berada orang sholih selalu ingat Allah dan menjauhi hal-hal yang dilarang ALLAh. Misal, di kantor tidak melakukan korupsi.

Ciri orang sholih terakhir yakni menyegerakan dalam kebaikan. “Di Ajak pengajian berkenan, dimintai infaq mau.” Jelasnya mencontohkan.

Lima menit sebelum berakhir, Sudariah jama’ah pengajian bertanya terkait lebih diutamakannya perempuan salat di rumah. “Bagaimana pahala yang di dapat perempuan jika mengerjakan salat di rumah? Padahal jika berjama’ah di masjid pahalanya dilipatgandakan.” Tanyanya.

Menanggapi hal tersebut didik mengulas tentang kompensasi pahala sebagaimana dengan orang yang memerintah kebajikan ia sebagaimana dengan pahala yang didapat oleh orang yang melakukan kebajikan. “Seorang perempuan membangunkan suaminya dan anak-anaknya untuk salat berjama’ah subuh sudah mendapatkan pahala dari salat jama’ahnya suami dan anak-anaknya.” Jelasnya mencontohkan.

Selain Sudariyah, Sri Utari juga berkonsultasi terkait pembaharuan syahadat. “Mengapa kita perlu sering membaca syahadat? Karena ada syirik yang kadang kita tidak sadar telah melakukannya.” Didik juga menjelaskan adanya sayidul istighfar agar kita diampnuni Allah atas kesyirikan yang kita tidak mengetahuinya, serta dilindungi dari syirik yang jelas dan kita mengetahuinya. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*