Pengembangan Bandara Kulonprogo

dialog-jogja-tv

Jogja, dprd-diy.go.id – Pembangunan Bandara baru Kulonprogo yang direncanakan tahun 2019 mendatang sudah dapat beroperasi, kini telah sampai pada pembebasan lahan. Hal tersebut ditegaskan oleh Gatot Saptadi, mantan Penjabat Bupati Sleman yang kini dikembalikan sebagai Asisten II Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY dalam  Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh DPRD DIY di Jogja TV, Selasa (20/09/2016).

Selain Gatot Saptadi, narasumber yang turut dihadirkan pada dialog interaktif bertajuk Pengembangan Bandara di Kulonprogo tersebut yakni:  Sigit Haryanto, Kepala Dinas Perhubungan DIY dan Suharwanta, anggota DPRD DIY dari  Komisi C.

Gatot mengungkapkan bahwa pengembangan bandara tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik saja, tapi juga menyangkut pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar potensi pariwisata di daerah Kulonprogo dapat tereksplor dan bermanfaat bagi masyarakat. “Pembangunan bandara ini diharapkan akan menimbulkan multiplier effect bagi pengembangan perekonomian di Kulonprogo seperti adanya usaha transportasi taksi dan berbagai aktivitas di sekitar bandara. Oleh karena itu, pemerintah daerah juga mempersiapkan pelatihan kepada masyarakat yang berdampak. “Pembangunan bandara akan membuka pintu bagi pengembangan ekonomi baru di Kulonprogo”, tambahnya.

Sedangkan, Suharwanta menyinggung pentingnya untuk menjaga dan melestarikan budaya luhur yang ada di DIY.  Hal ini karena jika bandara baru beroperasi tentunya akan banyak turis yang akan datang dengan berbagai ragam budaya. Harapannya masyarakat diberikan pembinaan agar tetap dapat menjaga dan mencerminkan budaya luhur DIY.  Diharapkan agar nilai luhur DIY tercermin bahkan dapat dibawa pulang oleh wisatawan yang datang. Hal lain yang ditegaskan oleh Suharwanta dalam Dialog Interaktif tersebut adalah agar Pemerintah Daerah DIY, dalam prosesnya dapat menjaga agar masyarakat tidak ada satupun yang dirugikan akibat dari pembangunan bandara itu. Demikian juga Pemda DIY melakukan pembinaan yang cukup kepada masyarakat sehingga nantinya ketika bandara sudah terwujud, masyarakatnya dapat terlibat dan memperoleh manfaatnya.

Sementara itu, Sigit Haryanto  yakin bahwa pembangunan bandara ini akan sangat menguntungkan masyarakat di KUlonprogo. Sigit menyebut hal itu sebagai Airport City. Namun demikian, beberapa hal yang masih menyisakan masalah adalah keterkaitan dengan pembebasan lahan. Adapun terkait pengoperasian bandara baru pada 2019 mendatang, Sigit menyinggung kefokusaannya tidak hanya soal bandara. Melainkan akses jalan menuju bandara serta transportasi baik taksi, angkutan, kereta api. “jangan sampai bandara siap beroperasi, aksi pendukung lainnya tidak siap.” Jelasnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Sigit Haryanta bahwa sesuai peraturan yang ada ada 3 solusi terkait dengan hal itu yaitu ganti uang, ganti tanah atau relokasi. Terkait dengan hal ini, Suharwanta mengingatkan agar Pemerintah Daerah DIY jangan blereng atau silau karena hanya melihat hal positif dari pembangunan bandara sementara melupakan hal negatif yang apabila tidak ditangani dengan sebaik-baiknya dikhawatirkan akan menimbulkan masalah di kemudian hari. (Sulis)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*