Peran dan Kedudukan Perempuan di Parlemen

kaukus perempuan parlemen DPRD Kaukus Parlemen Perempuan kembali menggelar diskusi dengan tema “Membangun aliansi untuk peningkatan partisipasi kaukus parlemen di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam perumusan kebijakan pro perempuan dan kelmpok marjinal tahun 2014-2019” yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lt. 2 DPRD DIY pada Sabtu (17/05). Acara hasil kerjasama DPRD DIY dengan Narasita ini dihadiri oleh caleg-caleg DPRD Kota dan Kabupaten seluruh DIY perempuan terpilih. Esti Wijayati sebagai Ketua Kaukus Parlemen Perempuan DIY, dalam pembukaan mengungkapkan bahwa keberadaan perempuan dalam kedudukan pimpinan DPRD sangat diperlukan dalam rangka mempermudah kebijakan-kebijakan yang pro perempuan. Keberadaan kuota 30% perempuan dapat memberikan solusi perlindungan hak-hak perempuan, kuota tersebut seharusnya tidak hanya sebatas pemenuh syarat kuota saja akan tetapi harus berpartisipasi aktif di dalamnya serta menjadi pelita bagi anggota dewan lainnya.

Renny A. Frahesty, Ketua Narasita yang sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam acara ini mengadakan sebuah permainan membentuk sebuah bangunan dari bahan yang telah disediakan secara berkelompok. Permainan tersebut mengandung makna bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan bersama diperlukan satu pemikiran dan kesepakatan sehingga tercapai hasil yang maksimal. Permainan ini sebagai simulasi dalam pembahasan raperda nantinya agar tercapai keberhasilan kinerja yang sesuai tepat sasaran. (hms.efm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*