Perda gepeng di minta di review implementasi

DSC_0495Wakil Ketua DPRD DIY Hj. Rany Widayati, S.E., M.M menerima dengan baik kunjungan tamu dari Kaukus Perda Gepeng dan mengucapkan terima kasih karena tidak melakukan orasi yang anarkis. Adapun perwakilan dari Kaukus Perda Gepeng menyampikan maksud dan tujuan melaksanakan kunjungan ini, yang terkait dengan Dampak yang ditimbulkan dari penerapan Perda No. 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis.

Dalam kunjungan ini Kaukus Perda Gepeng menyampaikan hal-hal terkait perda gepeng tersebut. Perda No. 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis, terkesan dipaksakan, dan diskriminatif , perlu ada peraturan pendukungnya, mungkin Peraturan Gubernur ( Pergub), sehingga untuk penangan yang terdapat dalam pasal terebut dapat secara jelas pihak-pihak yang bertugas menangkap, memproses, dan penanganan di ke camp assessment.

Implementasi Perda tersebut tidak adil karena waria yang mangkal di lampu merah umumnya terkena razia, sementara para pengamen dengan menggunakan angklung di perempatan-perempatan tidak ditindak.

Gepeng yang terkena razia satpol PP umumnya mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, maupun ekonomi. Selain itu, mereka juga tidak memiliki ruang gerak yang cukup karena adanya kebijakan tersebut.

Dibawa ke camp assessment tanpa kepastian hukum, pemberdayaan, dan fasilitas camp yang tidak manusiawi, dalam kesempatan ini juga menyerahkan contoh air yang ada di camp assessment.

Semua informasi ini kami terima dan contoh air juga saya terima kemudian tentu akan sampaikan ke komisi dan ke dinas terkait akan hal ini, tandas wakil ketua DPRD DIY.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*