PERJUANGKAN NASIB PETANI LIGA FORUM STUDY DIY BERAKSI

DSC_0920“Hidup matinya bangsa kita ada pada sektor pertanian.” Ungkap Shodiq mengutip pendapat presiden pertama RI Ir. Soekarno. Shodiq mengaku miris akan nasib petani. Petani yang selama ini berjasa berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia kurang mendapat perhatian dan keadilan dari pemerintah.

“Kondisi miris sedang dihadapi kaum tani. Penguasaan tanah dan lahan hanya dimiliki oleh tuan tanah, cukong bermodal dan segelintir elit birokratis licik.” Kata Shodiq dari Liga Forum Study Yogyakarta.

Aksi yang dikoordinatori Fajriyatul Camelia di gelar di depan gedung DPRD DIY, pada jum’at, 25 September 2015 menyuarakan beberapa hal. Diantaranya, penghentian alih fungsi lahan produktif dan hutan lindung, tolak perampasan tanah rakyat dan pembangunan bandara di Kulonprogo, penghentian kriminalisasi petani dan aktrivis serta represifitas aparat terhadap massa aksi, penolakan terhadap MEA dan MP3EI, terakhir tentang undang-undang penanaman modal asing yang harus dihapuskan. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*