Perkuat Keistimewaan, Komisi A dan Paramparapraja Bergandengan Tangan

dsc_0513Selasa, (4/10/2016) komisi A DPRD DIY mengundang Paramparapraja untuk jalin silahturahim dan perkuat kerjasama mewujudkan keistimewaan DIY. Eko Suwanto, Ketua Komisi A berterimakasih atas kesediaan Paramparapraja memenuhi undangan sekaligus sturut mensosialisasikan tupoksi Paramparapraja. “Kita masih memerlukan perselarasan dan percepatan pembangunan untuk kesejahteraan dan ketentraman.” Ujar Eko Suwanto. Politikus asal fraksi PDIP tersebut berharap pertemuan kali ini akan membawa manfaat dalam perwujudan capaian cita-cita keistimewaan DIY.

Mohammad Mahfud MD, Ketua Paramparapraja menyebut sinergitas kerja diyakini akan mampu membawa DIY lebih maju. Mahfud sapaan akrab Mohammad Mahfud MD, menuturkan istilah lain secara bahasa Indonesia Paramparapraja dapat disebut sebagai dewan penasihat. “Keputusan-keputusan Paramparapraja tidak mengikat sultan, melainkan untuk dijadikan pertimbangan. “ tuturnya.

Menyinggung soal ksejahteraan dan ketentraman, Amin Abdullah menyebut dua hal tersebut sebagai kunci. “Jangan sampai ada masyarakat tertinggal setelah adanya keistimewaan.” Tuturnya. Lebih lanjut, ketentraman di DIY disinggung Amin Abdullah belum sampai pada level kebatinan. Keamanan di malam hari, kini menjadi semacam hal yang perlu untuk diperhatikan. Amin Abdullah juga menyebut ketentraman harus diwaspadai karena banyaknya faktor yang memicu perubahan. Misal banyaknya mahasiswa yang masuk DIY, perubahan hukum alam, dan perubahan ekonomi. Ada atau tidaknya peristiwa, harus dikontrol guna mewujudkan ketentraman.

Sutaryo berharap kerjasama dalam urusan keistimewaan dengan komisi A dapat berjalan dengan lancar. Terutama komisi A juga turut menggawangi tiga urusan keistimewaan, yakni Kebudayaan, Pertanahan dan Tata Ruang serta Tata Pemerintahan.

Adapun yang terpilih dan dilantik Gubenur DIY Sultan Hamengku Buwono X menduduki Paramparapraja selain Mohammad Mahfud MD, Amin Abdullah dan Sutaryo yaitu AM Hermin Kusmayati, GPH Wijoyo Harimurti, Suyitno, Edy Suandi Hamid, dan GKR Mangkubumi. Namun saat bersamaan Edy Suandi Hamid, dan GKR Mangkubumi tidak dapat hadir karena ada acara lain.

Di akhir acara  Mohammad Mahfud MD memberikan closing statement agar diskusi yang dilakukan hari ini tidak sekedar diskusi, melainkan ditindaklanjuti dengan semangat kerja nyata. Hal tersebut diamini Eko Suwanto, bahkan Eko menawarkan untuk siap diadakan diskusi lanjutan sekaligus tinjauan lapangan. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*