Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Tolak RUU Pilkada

DSC_0423

Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI DIY) mengadakan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD DIY pada Selasa (23/09) siang dalam rangka rangka menolak Rancangan Undang-Undang Pilkada. Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk putih untuk ditandangani yang menandakan bentuk penolakan terhadap RUU Pilkada.

Dalam tuntutannya, PPDI bersitegas untuk melindungi hak konstitusional rakyat dengan diadakannya Pilkada secara langsung. Rakyat harus menentukan sendiri pemimpinnya, karena memilih pemimpin merupakan hakikat dari demokrasi secara substansial. Jika RUU Pilkada yang akan disahkan beberapa hari lagi ini berkedok pada pembiayaan pelaksanaan yang cukup besar, maka mereka berdalih bahwa pelaksanaan pilkada dapat dilaksanakan lebih efisien dengan cara serentak bersamaan dengan pemilihan calon legislatif dan presiden. “Proses pilkada langsung membuat rakyat bisa menagih janji-janji pemimpinnya sehingga pemimpin akan lebih akuntabel dalam menjalankan roda pemerintahan”, ungkap Akhmad Soleh.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua sementara DPRD DIY Arif Noor Hartanto, SIP akan meneruskan aspirasi PPDI DIY kepada DPR RI karena kewenangan terhadap Rancangan Undang-Undang tersebut berada di tingkat pusat seluruhnya. Secara prosedural DPRD DIY juga akan memberikan tembusan kepada Kementrian Dalam Negeri RI, Gubernur DIY, Fraksi-Fraksi di DPRD DIY dan PDI DIY sendiri. (hms.efm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*