Petugas Operator Pemeliharaan (OP) Irigasi Keberatan Outsourcing

DSC00611Bantul, dprd-diy.go.id РSenin, (16/08/2016) Paguyuban pengguna saluran air dan petugas operator pemeliharaan (OP) irigasi Pijenan, Kamijoro  mendatangi Komisi A DPRD DIY untuk menyampaikan aspirasi perihal pengelolaan air di Pijenan, Kamijoro. Hal ini berkaitan dengan tersiarnya kabar sistem ketenagakerjaan petugas operator pemeliharaan (OP) akan diganti dengan sistem outsourcing. Mereka keberatan dengan sistem tersebut. Petani khawatir dengan sistem yang baru akan mempengaruhi penyaluran air bagi petani. Karena, saat ini OP telah menyatu dan memahami bagaimana mekanisme penyaluran air bagi petani.

Kekhawatiran penggunaan tenaga outsourcing adalah terkait pembagian jam kerja dengan mekanisme shift bagi pegawai yang jumlahnya terbatas akan menjadi pekerjaan yang berat. Ketika petani membutuhkan operator akan terkendala dengan batas waktu kerja. Hal ini karena sering kali kebutuhan air terjadi tidak pada jam-jam kerja. Tandas Antoni Primer Koordinator OP Kamijoro

Diketahui Bendungan yang berada di Srandakan Bantul ini mengaliri lahan seluas 2.660 hektare dengan panjang saluran 69 kilometer dan mempunyai 105 unit pintu air “Ini termasuk aliran untuk lahan terluas di DIY,” tambahnya.

Anggota dewan berasal dari Bantul, Agus Sumartono, S.Si dan KPH. Purbodiningrat, SE, MBA menyampaikan hal yang senada untuk mengundang dinas terkait guna mengkonfirmasi informasi tersebut agar lebih jelas.

Eko Suwanto ST, M.Si. selaku ketua Komisi A mengeluarkan rekomendasi agar diadakan rapat lanjutan bersama dengan Komisi C dan mengundang dinas/ badan terkait disamping soal ketenagakerjaan di Pemda DIY dan ada juga di Komisi C di Bagian pertaniannya. (az)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*