PHRI Mengadu Ke DPRD DIY  

DSC_4386Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta mengadu ke DPRD DIY pada Rabu (8/10) usai pengucapan sumpah dan janji pimpinan definitif DPRD DIY berlangsung. Keempat pimpinan yang baru saja dilantik tersebut berkesempatan seluruhnya menemui.

Dalam kesempatan ini, PHRI mengadu bahwa pihaknya selama 5 bulan terakhir merasa dirugikan dengan adanya laporan yang dilayangkan oleh PT. Nonbar ke pihak kepolisian. PT. Nonbar berdalih sebagai pemilik hak siar penayangan pertandingan FIFA WORLD CUP dan oleh karena itu, apabila hotel-hotel akan menayangkan siaran piala dunia harus membayar lisensi kepada pihak PT. Nonbar.

Lain dari itu, pihak hotel yang tergabung dalam PHRI memang sebelumnya telah mengikuti Sosialisasi yang diadakan oleh PT. Nonbar. Namun, PHRI meyakini bahwa pihaknya tidak akan mengadakan acara/event nonton bareng. Pada saat piala dunia berlangsung bersamaan dengan Bulan Ramadhan, serta terlalu tingginya harga lisensi menjadi salah satu kendala bagi PHRI untuk mengadakan siaran piala dunia di hotel.

Bukti-bukti yang dilaporkan oleh PT. Nonbar kepada pihak kepolisian diklaim PHRI sebagai cara yang terlalu mengada-ada. “Ketika piala dunia berlangsung, ada oknum yang menyelinap sebagai tamu hotel dan menonton siaran piala dunia di televisi yang disiarkan oleh ANTV dan TVONE. Seketika itu, oknum tersebut mengambil gambar yang menunjukkan bahwa hotel menayangkan siaran piala dunia. Gambar tersebut untuk kemudian dijadikan sebagai barang bukti. Padahal pada kenyataannya, televisi yang ada di hotel menggunakan siaran Channel TV Kabel dan UHF yang mana bisa mengakses siaran stasiun TV bersangkutan”, terang Ariyanto selaku Kuasa Hukum PHRI.

“DPRD DIY secara politik memberikan dukungan moral dan politis terkait langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi hal tersebut, dan DPRD DIY akan memohon kepada pihak kepolisian untuk melihat kasus ini dari dua belah pihak tanpa diskriminasi”, ungkap Ketua DPRD DIY menanggapi.

Selebihnya DPRD DIY akan mengadakan audiensi lanjutan bersama pihak kepolisian dan dinas-dinas terkaikt yang diagendakan pada Senin (13/10).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*