PRESS TOUR WARTAWAN UNIT DPRD DIY

DSC_0255

Sekretariat DPRD DIY menyelenggarakan agenda tahunan “Press Tour” yang dilaksanakan pada 27-30 Februari 2015. Agenda diselenggarakan mengunjungi Provinsi Sulawesi Tenggara yang diikuti oleh setidaknya 25 wartawan unit DPRD DIY. Provinsi yang mempunyai luas daratan 38.140 km2 dan luas perairan 114.879 km2 garis pantai sepanjang 1.740 km jumlah penduduk + 2,7 juta jiwa. Mayoritas dari penduduknya tinggal di daerah kepulauan.

Provinsi Sulawesi Tenggara terdiri dari 15 kabupaten dan 2 kota. Provinsi ini merupakan daerah penghasil hasil tambang seperti nikel, aspal dan emas yang tersebar di sejumlah kabupaten, dari 15 kabupaten yang ada. Misalnya nikel ada di Kabupaten Bombana, Kolaka dan Konawe. Aspal alam di Kabupaten Buton, sedangkan emas ada di Kabupaten Bombana.

Wakil Gubernur, H Moch Saleh Lasata berkesempatan hadir menemui rombongan wartawan pada Rabu (28/01). Beliau menambahkan selain kekayaan sumber daya alam, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia. “70 persen ekspor kakao berasal dari provinsi ini. Dan sebagian besar perkebunan kakao, jagung, tebu, ketela, jambu mete, sagu dan lainnya dikelola oleh rakyat, bukan perusahaan,” ungkapnya.

Provinsi yang berbatasan langsung dengan Maluku di sebelah Timurnya ini terbilang cukup aman karena selama ini hampir tidak pernah terjadi konflik seperti halnya daerah tetangganya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Wakil Gubernur mengungkapkan pembenahan di segala bidang terus digalakkan Pemprov Sulawesi Tenggara. Hal ini dilakukan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah ini. Selain pertambangan yang menjadi sektor utamanya, pariwisata pun tak luput dari perhatian. Kepulauan Wakatobi menjadi salah satunya. Kepulauan Wakatobi terdiri dari 4 pulau kecil, yakni Pulau Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko.

Pulau Wakatobi memiliki keindahan bawah laut yang sangat menawan. Pulau Wakatobi menjadi primadona bagi pencinta bawah laut di Indonesia. Sayangnya, penerbangan langsung menuju Wakatobi baru dilayani satu daerah saja yaitu Denpasar.  Penerbangan langsung dari Denpasar menuju Wakatobi adalah tindaklanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan antara Pemprov Sulawesi Tenggara dan Bali. Selaras dengan itu, HM Saleh Lasata menawarkan jika dimungkinkan bisa dibuka jalur langsung dari Yogyakarta ke Wakatobi. Sehingga bagi wisatawan yang ingin ke Wakatobi dapat dimudahkan sedemikian rupa.

Sekretaris DPRD DIY, Ir Drajad Ruswandono, MT menyambut dengan baik keinginan Pemprov Sulawesi Tenggara secara spontan. Menurutnya, potensi jalur wisata Yogyakarta-Wakatobi terbuka lebar. Terkait hal tersebut, di DIY hanya menunggu keseriusan pelaku usaha untuk menangkap peluang tersebut. DIY bisa mengambil pelajaran untuk terus mengembangkan diri agar bisa merealisasikan target RPJMP untuk menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di ASEAN pada 2025 mendatang.

Hal lain yang cukup mengagumkan di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah pengelolaan sampah yang disulap dengan cara sederhana menjadi listrik dan gas yang bisa dimanfaatkan secara nyata. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Kedua rangkaian acara ke Kendari. Ide kreatif pengelolaan sampah diwujudkan oleh Walikota Kendari, Asrun untuk mengelola sampah yang dibuang oleh warganya. Berbeda dengan tempat pengelolaan sampah lainnya, TPAS Puuwatu Kendari ini sama sekali tidak tercium bau tak sedap selayaknya tempat pembuangan sampah di daerah lainnya. Kesuksesan TPA ini salah satunya dilatarbelakangi bukti nyata Kendari yang memiliki motto sebagai green city.

Pengelolaan sampah di TPAS Puuwatu dilakukan dengan cara menimbun sampah yang telah diproses sedemikian rupa.  Dari hasil pengelolaan sampah tersebut dihasilkan gas metana yang dapat difungsikan oleh pemukiman sekitar untuk memasak dan mengaliri arus listrik. Penduduk dapat memanfaatkan gas ini secara gratis.

Asrun mengatakan bahwa pengelolaan sampah dengan metode tersebut tidak semudah yang dibayangkan, hal ini terkendala karena masyarakat belum memiliki budaya mengelola sampah dengan baik. Tetapi pemerintah Kota Kendari memerintahkan kepada seluruh pimpinan SKPD dan staf bahwa seluruh karyawan Pemerintah Kota Kendari harus menjadi contoh bagi masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara kontinu. Bahkan Walikota Kendari langsung ke lapangan untuk memberi contoh. Dan hasilnya masyarakat jadi paham untuk mengelola sampah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*