Rapat Paripurna Istimewa LKPJ 2013

DSC_0457Senin (5/5) bertempat di ruang Paripurna lantai 1 DPRD DIY dilaksanakan Rapat Paripurna Istimewa  LKPJ (laporan keterangan pertanggungjawaban) Kepala Daerah DIY tahun 2013 di hadiri Oleh Pimpinan Rapat  Paripurna beserta Pimpinan Dewan dan segenap anggota Dewan, Gubernur Dan Wakil Gubernur DIY, para pejabat di lingkungan Pemerintah DIY, Pers dan Tamu Undangan.

Panitia khusus BA No. 09 tahun 2014 tentang pembahasan keterangan pertanggung jawaban Gubernur Daerah Istemewa Yogyakarta akhir tahun anggaran 2013 adalah melaksanakan  dalam hal pengawasan pemerintah yang bersifat pengawasan kebijakan memiliki catatan dan rekomendasi .

Capaian indikator kinerja sasaran RPJMD DIY tahun 2013 dari 17 indikator kinerja ada kinerja yang realisasi nya masih di bawah 100%.  Terdapat sepuluh catatan dan rekomendasi diantaranya ialah, Kesinambungan perencanaan dalam RPJMD tahun 2005-2015 visi yang dirumuskan adalah “ Daerah Istimewa Yogyakarta Pada Tahun 2025 Sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan daerah Tujuan Wisata Terkemuka Di Asia Tenggara Dalam Lingkung Masyarakat Yang Maju, Mandiri Dan Sejahtera” . RPJPD yang merupakan arah kebijakan 20 tahun ke depan  yang tidak  bisa lepas dari  tahapan dan strategi RPJMD 2009-2013 secara kongkrit belum terlihat progress yang dicapai sesuai dengan indicator kinerja utama menunjukkan hasil dari program dan kegiatan yang mendukung tercapai nya target dari RPJMD 2009-2013. Menurut pakar Prof. Dr Ki Supriyoko, M Pd bahwa secara umum dalam LKPJ Tahun 2013 belum menjawab Visi dan Misi dari RPJMD Tahun 2012-2017.

Tahun 2013 merupakan tahun pertama kalinya di berlaku nya UUK diy No. 132 tahun2012. Semua program da kegiatan diharapkan data mengukuhkan identitas keistimewaan DIY yang sebenarnya . keistimewaan adalah rajutan sejarah dan dinamika nafas kehidupan Yogyakarta yang meliputi nafas kehidupan pendidikan, nafas budaya dan nafas kehidupan pariwisata.

Di bidang pemerintahan secara umum dapat di simpulkan capaian kinerja pemerintah daerah DIY pada tahun 2013 telah mengalami peningkatan tetapi masih ada kekurangan di sisi lainnya. Bidang ekonomi juga mengalami pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2013 pada angka 5.40. namun dalam menghadapi Pasar Global Asean 2015 harus membenahi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dalam bidang pengelolaan keuangan daerah, bahwa serapan secara keseluruhan APBD hanya mencapai 86,02%. pendapatan perkapita per tahun (ADAK) juta realisasi 99,14% dari target 7 juta dan realisasi nya 6,94 juta. Indeks ketimpangan antar wilayah realisasi nya 98,92% dari target 0,453 dan realisasi 0,4547. Indeks ketimpangan pendapatan realisasi nya 98,92% dari target 0,298 dan realisasi nya 0,3187.  Dengan harapan bersama untuk tahun mendatang serapan APBD agar bisa mendekati angka 100%. (hms/az)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*