Rapat Paripurna – Penjelasan Pengusul Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Usul Prakarsa Komisi C DPRD DIY Tentang Energi Terbarukan Nomor 9 Tahun 2018

enin, 12 Februari 2018 telah berlangsungnya Rapat Paripurna yang dilaksanakan di ruang Rapat Paripurna kantor DPRD DIY. Rapat ini Paripurna  dalam rangka akan membahas usulan terhadap rancangan peraturan Daerah usul Prakasa dari beberapa Komisi di DPRD DIY. Berlangsungnya rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD yaitu H. Yoeke Indra Agung L, SE serta Wakil Ketua DPRD serta jajanrannya yang ikut hadir dalam berlangsungnya rapat ini. Dalam rapat ini memiliki beberapa pembahasan yang salah satunya adalah Rancangan Peraturan Daerah Usul Prakasa Komisi C DPRD DIY tentang Energi  Terbarukan Nomor 9 Tahun 2018.

Dalam rapat ini akan mendengar penjelasan pengusul terkait Energi Terbarukan yang sudah sebelumnya disusun oleh Komisi  C dan jajarannya. Dalam penjelasan kali ini Komisi C memaparkan bahwa Energi Terbarukan ini sangat dibutuhkan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, karena semua aktivitas manusia akan sangat berhubungan dengan energi. Maka dengan itu energi yang ada akan sangat banyak digunakan dan suatu saat akan mengalami kehabisan. Maka dari itu Komisi C mengusulkan untuk adanya penetapan Undang-Undang terkait Energi Terbarukan ini. Hal yang sama juga disampaikan bahwa banyak Negara yang mengakui perlu adanya energi terbarukan, seperti halnya pada energi batu bara yang sudah banyak mengalami kerusakan.

Dalam hal ini disampaikan komisi C mulai banyaknya kerusakan pada energi yang sudah ada, dan khususnya untuk Yogyakarta bahwa tidak adanya cadangan energi seperti energi batu bara dan minyak bumi yang tidak diproduksi di DIY. Dengan sekian banyaknya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan pada energi, maka tim Komisi C memberikan cara alternatif dengan adanya energi baru seperti energi ombak, energi angin, energi air, energi surya yang bisa di optimalkan khususnya di Yogyakarta. Maka dari itu Komisi C sebagai tim pengusul mengharapkan bahwa Energi Terbarukan ini dapat segera disetujui, karena apabila hal ini dapat disetujui maka Energi Terbarukan ini bisa dikatakan bahwa hal pertama di Indonesia yang memanfaatkan Energi Terbarukan  berdasarkan Undang-Undang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.