Renaissance Yogyakarta, Tema RPJMD DIY

DPRD Jateng dalam rangka mencari masukan terkait pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng berkunjung ke DPRD DIY, Kamis (05/12). “Kami ingin mengetahui bagaimana DIY sebagai daerah istimewa merancang RPJMD. Barangkali ada mekanisme yang berbeda,” ujar Lilik Haryanto, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Jateng. Noviar dari Biro Hukum Pemda DIY menyebutkan penyusunan RPJMD sudah ada menurut UU. “Apabila ada perbedaan pandangan antara Eksektif maupun Legislatif merupakan dinamika yang wajar,” ujarnya. Statistik data yang dijadikan acuan DIY antara lain berdasarkan data dari BPS Badan Pusat Statistik (BPS) dikolaborasikan Kabupaten /Kota. “Perwakilan masyarakat kita libatkan untuk memberi masukan di Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang),” tambahnya. Arief Rahman Hakim, anggota Baleg DPRD DIY mengatakan Baleg dalam mengkaji RPJMD amupun Raperda hanya menbahas secra umum saja. “Pokok – pokok pikiran disampaikan oleh Biro Hukum. Apabila ada yang kurang kami kembalikan lagi. Sedangkan pembahasan secara khusus akan dilakukan Pansus,” kata Arief.  Catatan dari DPRD DIY terhadap RPJMD dilakukan oleh fraksi dalam setiap pemandangan umum yang disampaikan lewat Rapat Paripurna. “Catatan tersebut tentu sudah sesuai dengan dasar kesepakatan. Dinamika pembahasan kita lebih banyak di balegda,” tambah Arief. Konsekuensi dari UUK, Jabatan Gubernur tidak dipilih namun ditetapkan. Walau demikin DPRD sebagai lembaga Legislatif mempunyai tamabahan peran untuk memverifikasi dan menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur. “Tetap kita punya wewenang untuk evaluasi lima tahun sekali terhadap visi – misi yang dipaparkan Gubernur. RPJMD DIY mengusung Renaissance Yogyakarta dengan makna pasca ditetapkannya UUK DIY. DIY bisa menjadi kawasan yang jauh lebih maju dan berkembang. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*