RPJMD DIY Dilirik Bali

DSC_0162 (420x279)

Anggota DPRD DIY, H. Sukamta, Ph.D  menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Bali terkait dengan pembahasan Raperda Provinsi Bali tentang RPJMD pada Rabu (12/02). Pelantikan Gubernur Bali beberapa bulan lalu, mewajibkan Gubernur untuk memiliki visi dan misi yang kemudian dijadikan sebagai bahan RPJMD. Tiap daerah memiliki batas waktu 8 bulan setelah pelantikan gubernur-nya dalam rangka pebentukan RPJMD. Oleh karena itu, DPRD Provinsi Bali ingin mengetahui sejauh mana RPJMD DIY terlaksana.

 

Perkembangan kebudayaan di wilayah DIY menjadi salah satu perhatian, yang mana DIY memiliki masyarakat budaya yang hampir sama dengan masyarakat Bali. “Tidak seperti Bali, masyarakat DIY tidak terbebani dengan kebudayaan yang ada, karena DIY memiliki dana keistimewaan yang salah satunya digunakan untuk masalah terkait dengan kebudayaan”, ungkap Drs. H. Ahmad Subangi.

 

Jogja wilayah selatan menarik perhatian dalam RPJMD DIY. Dibuatnya perda terkait dengan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil disekitarnya adalah salah satu upaya untuk menghindari pengalih fungsian lahan sekitar pantai, dengan adanya zonasi dibuat garis sepadan pantai sejauh 200 meter dari bibir pantai. Hal ini sebagai salah satu usaha yang dilakukan untuk menuju Yogyakarta sebagai tujuan pariwisata terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025 nantinya. Tidak hanya bidang pariwisata, tetapi Yogyakarta berkeinginan untuk menjadi  kota pendidikan terkemuka pada tahun 2025. “Upaya yang dilakukan antara lain melakukan pemerataan di bidang pendidikan di seluruh wilayah kabupaten/kota DIY tanpa kecuali dengan dicanangkan program wajib belajar 12 tahun dengan berbagai konsekuensi. Selain dari itu, masalah kesehatan dan kesejahteraan hidup ditingkatkan di seluruh wilayah DIY agar tidak terjadi kesenjangan antar daerah,” ungkap Esti Wijayati Anggota Komisi D DPRD DIY. (hms.efm)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*