Saatnya Wujudkan Internet Sehat

Internet saat ini telah menjamah berbagai lapisan masyarakat, terlebih di Yogyakarta. Hal tersebut diungkapkan Rony Primanto Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi saat menjadi narasumber sarasehan di DPRD DIY. Sarasehan yang digelar pada Jum’at, 2 Juni 2017 tersebut dijadikan momen untuk menggerakkan netizen yang sehat. Rony memandang ketidakbijakan mengakses internet menimbulkan berbagai masalah termasuk kekerasan, pertikaian, hilangnya nyawa. Ia menghimbau kepada netizen untuk menggunakan internet secara bijak dan positif. Misal digunakan untuk menulis hal-hal perdamaian, memootivasi untuk lebih giat menjalin kerukunan, dan lain sebagainya.

Adapun Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY mengungkapkan tentang manfaat internet yang dapat digunakan untuk pelayanan publik, monitoring  dan meminimalisir bencana, serta mewujudkan ketertiban umum. Internet untuk pelayanan publik misalnya dengan menjadikan masyarakat mudah dalam mengakses kebijakan-kebijakan pemerintah, memberikan kritik yang membangun, dan menyalurkan aspirasi. Internet sebagai monitoring dan meminimalisir bencana. Artinya masyarakat segera mendapatkan informasi ter-update titik-titik mana yang rawan terhadap bencana. Misal jika suatu jalan padat dan macet, masyarakat dapat mengakses jalan lain sehingga kemacetan dapat ditanggulangi.

Eko Suwanto  sangat menyayangkan fasilitas internet belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan masalah-masalah sosial muncul dan terjadi akibat pemahaman internet yang tidak bijak. Seperti halnya kasus hello kity di Bantul. Memandang hal tersebut Eko Suwanto merasa terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya penegakan Undang-Undang ITE (Informasi Teknologi Elektronik). Selain itu menyoal bom bunuh diri di kampung melayu, Eko menuturkan bagaimana caranya pelaku bom bunuh diri belum ketemu tentornya sudah begitu yakin dan percaya. Sehingga teknologi informasi diharapkan mampu menekan terorisme. Eko Suwanto berharap kepada Pemda (Pemerintah Daerah) DIY memberikan fasilitas kepada kepolisian, masyarakat untuk memberantas radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

Mendengar ulasan tersebut, Dhofiri dari kepolisian menyetujui yang diungkapkan Eko Suwanto. Masalah-masalah terorisme, radikalisme tidak hanya tugas kepolisian melainkan tugas bersama. Masyarakat perlu untuk menulis hal-hal positif sehingga konten-konten negatif tidak memiliki ruang. Dhofiri mengungkapkan istilah ilmu pengetahuan maju tapi peradaban mundur telah terjadi di era sekarang. Dhofiri juga mengkritisi efek buruk internet menjadikan kepekaan di dunia nyata semakin berkurang. “Sekarang eranya menunduk.” Jelas Dhofiri. Era menunduk yang dimaksud Dhofiri ialah era dimana seseorang fokus terhadap gadjetnya masing-masing.  Ruang bersama di dunia nyata serasa tidak ada. “Yang ada ialah kumpul tapi kepentingannya berbeda-beda, asik dengan dunia virtual sendiri-sendiri.” Tambahnya. Hal tersebut menjadikan kepekaan sosial memudar (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*