SAFARI TARAWIH

safari tarawihDPRD DIY mengadakan safari tarawih pada rabu (01/07). Para pejabat DIY dan masyarakat diundang bertepatan malam ramadhan ke-15. H. Yoeke Indra Agung Laksana, SE mengaku safari tarawih diadakan untuk menjalin silahturahim. Ketua DPRD DIY dari fraksi PDIP tersebut mengajak masyarakat Yogyakarta menjadi masyarakat yang berbudaya, harmonis, menciptakan kedamaian, dan kerukunan. “Semua umat Islam di Yogyakarta harus memantapkan ukhuwah. Baik kepada sesama umat Islam ataupun dengan non Islam.” Tutur Yoeke.

Usai H. Yoeke Indra Agung Laksana, SE menyampaikan sambutan, Dr. Waryono Abdul Ghofur, MA menyampaikan mauidhoh hasanah. Purek I UIN Sunan Kalijaga tersebut mengulas doa nabi Dawud. Terdapat delapan harapan setiap kali nabi Dawud berdoa. Empat harapan terjadi dalam diri nabi Dawud, dan empat harapan tidak terjadi.

DSC_1350Pertama, lisan yang selalu berdzikir. Waryono menjabarkan bahwasanya dzikir tidak sekedar membaca kalimat thoyyibah. Melainkan apapun yang keluar dari lisan setiap manusia selalu mengingatkan penuturnya kepada Allah SWT. “ Termasuk juga amanah terhadap apapun yang dipikulnya.” Ungkap Waryono.

Kedua, hati yang bersyukur. Bersyukur terhadap segala nikmat Allah SWT. Meliputi rizki, kesehatan, teman kerja yang baik, keluarga, jabatan dll. Ketiga, badan atau jasat yang sabar. Waryono mencontohkan kesabaran seorang perempuan yang rela bangun lebih awal memasak untuk sahur keluarganya. Ketidak pedulian perempuan akan suami dan anaknya yang masih tidur adalah kesabaran jasat yang patut diapresiasi.

Ke empat, mencari pasangan yang berkenan mendukung karir dunia maupun akhirat. Berkali-kali Waryono menghimbau bagi jama’ah yang belum menikah agar benar-benar mencari pasangan sebagaimana yang diharapkan nabi Dawud.

Adapun ke empat doa yang tidak diharapkan nabi Dawud terjadi dalam diriya, pertama memiliki keturunan yang menguasai dirinya. Kedua, memiliki harta yang mencelakakannya. Ketiga, tidak diberi pasangan yang mempercepat nabi Dawud beruban sebelum waktunya. Ke empat, tidak diberi tetangga yang enggan menceritakan kebaikan yang dimiliki, tetapi suka menyebarkan kejelekan yang dimiliki nabi Dawud. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*