Satukan Rakyat Lawan Liberalisasi Pendidikan

Peringatan hari pendidikan yang jatuh setiap tanggal 2 Mei diwarnai aksi teatrikal di depan gedung DPRD DIY pada Rabu (2/05). Aksi teatrikal yang dilakukan Gerakan Nasional Pendidikan yang terdiri dari Mahasiswa diakui Alfarizi selaku Korlap sebagai bentuk protes pendidikan yang saat ini telah dikapitalisasi. Sejumlah mahasiswa sengaja melilitkan tali di leher sebagai ungkapan sistem pendidikan yang sudah tidak merakyat. Spanduk bertuliskan “Rakyat Bersatu Melawan Liberalisasi Pendidikan” dibentangkan untuk memperjelas penolakan terhadap kapitalisasi pendidikan.

Terdapat 13 tuntutan yang disampaikan pada siang hari tersebut yakni;

  1. Mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan bervariasi kerakyatan.
  2. Mendorong terwujudnya lingkungan perguruan tinggi yang demokratis dan transparan
  3. Lawan kapitalisasi pendidikan
  4. Cabut Undang-Undang Sisdiknas No. 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi dan kebijakan lain yang kapitalistik
  5. Tolak komersialisasi pendidikan dalam bentuk UKT dan student loan
  6. Wujudkan demokratisasi pendidikan
  7. Segera wujudkan upah minimum sektoral
  8. Turunkan harga Bahan Bakar dan Minyak
  9. Cabut PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan
  10. Lawan liberalisasi ekonomi dan paket kebijakan anti rakyat (16 paket kebijakan Jokowi-JK)
  11. Wujudkan reforma agraria sejati
  12. Nasionalisasi aset strategis negara di bawah kontrol rakyat
  13. Bangun partai alternatif rakyat untuk pembebasan nasional melawan imperialisme.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.