SEKWAN SE-DIY JALIN KOMUNIKASI LEWAT FORKOM

FORKOM Forkom (Forum Komunikasi) antar Sekretaris Dewan (Sekwan) se DIY diselenggarakan pertama kali di gedung DPRD DIY pada rabu (10/6). Ir. Drajad Ruswandono membuka acara dan berterimakasih atas kehadiran para Sekwan dari masing-masing kabupaten. “Forkom ini bertujuan untuk menjalin komunikasi antar Sekwan.” Ungkap Ir. Drajad Ruswandono. Pak Drajad sapaan akrabnya berharap kegiatan Forkom dapat berlangsung secara intensif. Sehingga antar sekwan dapat saling bertukar pikiran, demi terciptanya institusi yang profesional dan antisipatif atau responsif dalam mendukung kinerja  dan hasil kerja DPRD.

Selain membuka Forkom, Ir. Drajad Ruswandono juga menjadi narasumber. Dalam paparannya, Sekwan DPRD DIY menyebutkan progam dan kegiatan tahun anggaran 2015. Diantaranya, pertama melakukan penyelesaian dan penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD secara tepat waktu kepada Gubenur selama tiga tahun terakhir. Kedua, melakukan redesaign terhadap nomenclatur kegiatan sehingga memudahkan pengukuran capaian kinerja semua alat kelengkapan DPRD DIY. Ketiga, melakukan penataan ulang terhadap Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan  (PPTK) , dengan menuju kepala bagian PPTK untuk menghandel kegiatan yang memiliki cakupan dan tanggungjawab luas serta anggaran besar seperti kegiatan reses, Bimtek, Pansus dll. Ke empat, melakukan penataan layout ruang khususnya ruang-ruang bagian dan ruang pimpinan dewan.

Kondisi umum DPRD DIY turut disinggung Ir. Drajad Ruswandono. Terutama terkait DPRD DIY berfungsi sebagai legislasi, anggaran, pengawasan, penetapan Gubenur dan Wakil Gubenur DIY dan aspirasi. Hal serupa diungkapkan oleh Sutadi Gunarto . Sekwan dari DPRD kabupaten Sleman ini menjadi narasumber kedua. Ia menyebutkan dalam forum terkait permasalahan di DPRD kabupaten Sleman. Salah satunya tentang informasi dan pelayanan informasi. “Informasi kegiatan DPRD belum dapat optimal diakses masyarakat.” Hal tersebut menyebabkan komunikasi antar dewan dengan masyarakat kurang. Alasan ketidakmaksimalan penyampaian informasi disebabkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola berita.(s)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*