SEMAR SEMBOGO PAGUYUBAN DUKUH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA menolak RUU PILKADA

DSC_0016Ketua DPRD DIY sementara (H.Yoeke Indra Agung Laksana,SE) dengan didampingi Anggota  DPRD DIY lainnya   telah menerima audiensi  dari Paguyuban Dukuh Daerah Istimewa Yogyakarta “Semar Sembogo”  terkait dengan pembahasan Rancangan  Undang-Undang Pemilu  Kepala Daerah oleh DPR RI, yang wacananya  Pemilihan Bupati dan Walikota dilaksanakan melalui DPRD TK.II.

Berkaitan hal tersebut maka dari Paguyuban Dukuh Daerah Istimewa Yogyakarta “Semar Sembogo” menyataan sikap Menolak  Pemilihan Bupati dan Walikota dilakukan / dipilih oleh DPRD TK. II dengan alasan Apabila Bupati dan walikota dipilih oleh DPRD maka hanya Akan bertanggungjawab kepada DPRD tidak bertanggungjawab kepada rakyat. Apabila alasannya untuk menghemat biaya dan mencegah permasalahan yang ditimbulkan maka solusinya, Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan walikota seluruh Indonesia diangkat dari pejabat struktural Pegawai Negeri Sipil. Calon Bupati / Walikota dari independent,  tidak perlu melewati Parpol dan tidak memerlukan biaya, biaya pemilihan langsung ditanggung dan dilaksanakan Pemerintah dengan ketentuan memenuhi syarat yang telah ditentukan Tandas pimpinan paguyuban.

Ketua sementara DPRD DIY H.Yoeke Indra Agung Laksana, SE bersama Anggota DPRD DIY lainnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Paguyuban Dukuh Daerah Istimewa Yogyakarta “Semar Sembogo” ke DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dan mengapresiasi atas perjuangannya untuk mewujudkan tegaknya demokrasi di Indonesai.

Terkait aspirasi yang di sampaikan ke DPRD DIY tentang   pembahasan Rancangan  Undang-Undang Pemilu  Kepala Daerah oleh DPR RI, yang wacananya  Pemilihan Bupati dan Walikota dilaksanakan melalui DPRD TK.II, DPRD DIY akan meneruskan ke DPR RI dengan tembusan       kepada Kementerian Dalam Negeri RI, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta , Pimpinan Fraksi-Fraksi DPRD DIY,dan Paguyuban Dukuh Daerah Istimewa Yogyakarta “Semar Sembogo” .

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*